Kepala SMKN 9 Anne Sukmawati menjelaskan, Modul Kolaborasi Kurikulum Darurat di Era AKB menggabungkan beberapa mata pelajaran.
Melalui modul tersebut, siswa pun diharapkan bisa menghasilkan keluaran atau output yang bernilai jual sesuai dengan jurusan dan kompetensi bidang yang diambilnya di sekolah.
“Ini kurikulum darurat pandemi COVID-19. Dalam satu modul ini bisa sampai lebih dari sepuluh mata pelajaran yang terintegrasi dan menghasilkan satu produk. Tentunya produk yang bernilai jual sesuai dengan kompetensi keahliannya,” kata Anne.
Baca Juga:Begini Pesan Gubernur Jabar ke bank bjb Saat RUPS Luar BiasaSinergi TNI-Polri Lakukan Patroli Bermotor Bersama
Anne pun berharap, melalui modul kurikulum darurat ini para siswa bisa berkreasi menghasilkan inovasi produk yang sesuai dengan bidang yang dipelajarinya.
“Nanti ketika mereka kesulitan (dalam pembelajaran sesuai modul kurikulum darurat), nanti ada tatap muka tetapi tidak klasikal, hanya lima orang,” tambahnya.
Beberapa modul kolaborasi kurikulum darurat untuk SMK yang dihasilkan SMKN 9 Bandung antara lain Modul Kolaborasi Mata Pelajaran Kelas X Perhotelan, Modul Kolaborasi Kelas XI Perhotelan, Modul Pembelajaran PPKN X, Modul Pembelajaran Usaha Perjalanan Wisata XI, Modul Pembelajaran Perhotelan X, hingga Modul Pembelajaran Tata Kecantikan Kulit dan Rambut X. (rls/hms)
