New Normal, Kabid SD Cek Kesiapan Sekolah di Cirebon Timur

New Normal, Kabid SD Cek Kesiapan Sekolah di Cirebon Timur
0 Komentar

CIREBON – Kepala Bidang Pendidikan Sekolah Dasar (Kabid PSD) Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon, H. Ronianto melakukan kroscek ke sejumlah sekolah di kawasan Cirebon Timur menjelang penerapan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) di fase new normal Covid 19 ini. Seperti terpantau Jabar Publisher dan JPnext TV di SDN 1 Dompyong Wetan, Kec Gebang, Kab Cirebon, Sabtu (4/7/2020) pagi.

New Normal, Kabid SD Cek Kesiapan Sekolah di Cirebon TimurSUASANA SAAT KUNJUNGAN KABID SD DISDIK KAB CIREBON KE SDN 1 DOMPYONG WETAN, SABTU 4 JULI 2020

Diwawancarai secara ekslusif disela-sela kunjungannya, Kabid SD menegaskan ada sejumlah hal yang harus dilakukan oleh pihak sekolah di fase menjelang keberangkatan tatap muka ini. “Agenda saya cek sekolah-sekolah karena menjelang AKB ini harus dipersiapkan. Kalau sekolah tidak bersiap diri maka AKB ini tidak bisa diberangkatkan para siswanya,” ungkap Kabid SD. Ia menjelaskan, terkait kepastian waktu berangkat sekolah atau kegaitan belajar mengajar tatap muka, pihaknya masih sedang menunggu keputusannya.

Baca Juga:Kasad Dampingi Menhan RI Kunjungan Kerja ke Akademi MiliterDisdik Jabar: Hanya Sekolah Tertentu yang Boleh Belajar Tatap Muka

“Pemberangkatan menunggu status Kab Cirebon seperti apa, apakah zona hujau ataukah zona kuning. Saat ini kami masih menunggu instruksi menteri. Meskipun kami sudah mempersiapkan opsi ketika hijau seperti ini dan ketika kuning seperti ini. Jadi intinya adalah menunggu status wabah covidnya,” imbuh dia. Namun Ia menegaskan bahwa menurut aturan bahwa KBM tatap muka untuk SD adalah dua bulan setelah SMP masuk. “Jadi kalau SMP masuk 13 Juli 2020, maka untuk SD paling cepat adalah 13 September. Karena aturan dari menterinya adalah dua bulan setelah SMP atau SMA masuk,” tegasnya.

Sedangkan terkait kesiapan sarana dan prasarana sekolah ditegaskannya juga menjadi fokus dari Disdik Kab Cirebon mengingat kondisi bangunan yang sudah tua di beberapa sekolah. “Terutama sarpras ini harus direhab. SD ini (Dompyong Wetan 1-red) sudah lama dan mengalami kerusakan sehingga perlu segera dieksekusi, karena ini menyangkut keselamatan anak-anak,” tegasnya.

Untuk diketahui, selain kondisi bangunan yang sudah tua, akibat tidak dipakainya gedung sekolah selama wabah covid juga menjadikan gedung sekolah tidak terkontrol secara rutin. Ia menargetkan pengecekkan gedung sekolah ini akan dilakukan di semua SD, namun mengingat terbatasnya waktu hanya beberapa SD saja yang ditinjau langsung hari ini, yakni SDN 1, 2, dan 3 Dompyong Wetan.

0 Komentar