Dr. Supriyanto menambahkan bahwa beberapa strategi dapat kita lakukan dalam membangun sistem yaitu survive dengan cara efektif dan efisien, pengembangan melalui inovatif dan entrepreneurship dan keberlanjutan dengan visi-misi yang kuat. Telemedicine dapat menjadi dasar sebuah sistem dalam dunia medis, hal tersebut karena telemedicine merupakan rangkaian pelayanan kesehatan dari hulu sampai hilir, berkesinambungan, kolaboratif dan kompleks.
Kemudian Ridwan Kamil selaku Gubernur Jawa Barat mengemukakan pandangannya. Kita sudah melewati tiga interupsi, yaitu Revolusi Industri 4.0, Revolusi Internet dan Interupsi melalui COVID-19. Di Jawa Barat, Ridwan Kamil memiliki lima rumus dalam menghadapi pandemi yaitu, selalu proaktif dan tidak pernah menunggu, selalu transparan, selalu ilmiah secara kesehatan dan ekonomi, kolaboratif dan inovatif.
“Hasilnya dengan pencegahan yang dimaksimalkan, sudah enam minggu kita reproduksi Covid sudah dibawah 1. Kasus juga sudah turun, sekarang kasus yang aktif atau dirawat sudah turun ke ranking 5 ya. Porsentase terhadap populasi kita di ranking 27. Kesimpulan sementara Covid-19 di Jawa Barat terkendali, walaupun dekat dengan DKI Jakarta. Mudah-mudahan kami jaga pada new normal,” ucapnya. Terkait Telemedicine, Jawa Barat memiliki disparitas kesehatan yang sangat besar, yaitu wilayahnya terlalu luas dan secara geografis terdapat banyak gunung. Hal tersebut menyebabkan report area kesusahan untuk akses menuju puskesmas di pelosok. Disparitas kesehatan ini dimulai dengan desentralisasi pelayanan kesehatan. Jawa Barat juga membuat Desa Digital dan Mobile Puskesmas yang dapat melayani masyarakat secara optimal.
Baca Juga:Uang Tabungan Murid SDN 1 Jatiseeng Belum Kembali, Begini Reaksi Sekolah dan Wali MuridKepsek SDN Centre Laporkan Pejabat Disdik Kab Cirebon Soal Tabungan, Ini Tanggapan Sang Pejabat
Ridwan Kamil juga menyampaikan bahwa teknologi merupakan sebuah konsekuensi, siapa yang dekat dengan teknologi maka hidupnya akan mudah, dan sebaliknya. Maka diharapkan dengan Telemedicine ini mampu menjadi solusi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Kemudian Anies Baswedan selaku Gubernur DKI Jakarta memaparkan mengenai perspektif penggunaan Telemedicine. Anies Baswedan menjelaskan bahwa kondisi pandemi yang sekarang kita hadapi menyebabkan banyak krisis terutama dibidang kesehatan dan ekonomi. Namun di sisi lain, kita juga merasakan lompatan pemanfaatan teknologi.
“Pada saat kita memanfaatkan teknologi, sesungguhnya yang paling penting adalah banyak sumber daya di sekitar yang tidak kita manfaatkan secara maksimal. Teknologi sebagai pendamping termasuk dalam dunia medis,” ucapnya.
