Kepsek SDN Centre Laporkan Pejabat Disdik Kab Cirebon Soal Tabungan, Ini Tanggapan Sang Pejabat

Kepsek SDN Centre Laporkan Pejabat Disdik Kab Cirebon Soal Tabungan, Ini Tanggapan Sang Pejabat
0 Komentar

CIREBON – Salah seorang pejabat di lingkungan Dinas Pendidikan Kab Cirebon yakni Kepala Seksi Sarana Prasarana Bantuan PAUD berinisial ‘W’ yang baru menjabat sekitar dua bulan, dilaporkan oleh Kepala Sekolah SDN 1 Jatiseeng, Desa Jatiseeng Kidul, Kec Ciledug, Kab Cirebon. Diketahui, pelaporan tersebut karena masalah uang tabungan yang diduga dibawa oleh W saat masih menjadi pengajar dan menjabat sebagai Bendahara sekolah di SDN 1 Jatiseeng atau biasa disebut SD Center.

Kepsek SDN Centre Laporkan Pejabat Disdik Kab Cirebon Soal Tabungan, Ini Tanggapan Sang PejabatSUASANA SAAT PELAPORAN DI POLSEK PABUARAN, JUMAT 19 JUNI 2020

Jumat (19/6/2020) pagi, puluhan wali murid mendatangi sekolah untuk agenda pembagian raport dan uang tabungan. Namun dari rencana pembagian uang tabungan yakni kelas 3, 4, 5, dan 6, hanya kelas 3 saja yang dibagikan, mengingat uangnya tidak mencukupi yakni hanya tersedia sekitar 180 juta. Karena awalnya dikhawatirkan bakal ricuh, aparat keamanan pun sudah siaga sejak pagi hari. Namun akhirnya musyawarah berlangsung kondusif meski berujung kekecewaan karena wali murid kelas 4, 5, dan 6, belum bisa membawa pulang uang tabungan mereka.

Alhasil musyawarah yang dihadiri oleh Camat Ciledug, Danramil Pabuaran, Kapolsek Pabuaran, Kasat Intel Polresta Cirebon, para wali murid, juga Komite Sekolah bersepakat membawa masalah ini ke ranah hukum. “Ya saya mau langsung ke Polsek Pabuaran mas, untuk melaporkan bendahara yang diduga membawa uang tabungan siswa siswi kami. Karena kelas 4, 5, dan 6, belum dibagikan tabungannya,” ujar Kepsek SDN 1 Jatiseeng sebelum berangkat ke Mapolsek Pabuaran.

Baca Juga:Terdakwa Korupsi, Mantan Kades Karang Asih, Kembalikan Uang Negara Rp 1 MKapolresta Pimpin Apel Pembagian Beras buat Warga Terdampak Corona

Suasana di dalam rapat berlangsung komunikatif. Dimana pihak sekolah mencoba menjelaskan keadaan yang sebenarnya bahwa mereka sudah berusaha maksimal menghubungi W agar mengembalikan uang tabungan siswa namun tidak berhasil. Namun di lain sisi, wali murid juga bersikukuh bahwa target mereka adalah kembalinya uang tabungan.

Sementara itu, salah seorang Wali Murid Kelas 4A, Mulyanto mengatakan bahwa Ia merasa ragu dengan kepastian yang disampaikan Kepala Sekolah terkait pengembalian uang tabungan tanggal 27 Juni mendatang. “Saya masih ragu dengan kepastian kepsek. Statmen dia bahwa aset milik bendahara yang akan disita juga masih bias karena pihak sekolah belum memegang surat-surat aset tersebut. Dan uang 800 juta sangatlah besar dan saat ini belum sepeserpun dipegang sedangkan waktunya tinggal 1 minggu lagi,” keluhnya.

0 Komentar