Viral! Surat Rekom Calon Siswa Berkop DPRD Jabar, Ini Kata Sekolah & Dadang Dewan

Viral! Surat Rekom Calon Siswa Berkop DPRD Jabar, Ini Kata Sekolah & Dadang Dewan
INILAH SURAT YANG VIRAL TERSEBUT. DIBUAT OLEH CALON ORANG TUA SISWA BERNAMA DADANG YANG MERUPAKAN ANGGOTA DPRD JABAR
0 Komentar

BANDUNG – Pelaksanaan penerimaan peserta didik baru (PPDB) Jawa Barat tahun 2020 ternoda. Surat berkop DPRD Jabar yang merekomendasikan seorang calon siswa agar diterima di sekolah negeri beredar luas. Surat tersebut berkop DPRD Jabar dengan logo kujang. Di bawah kop surat tersebut, tertulis juga nama anggota DPRD Jabar. Surat ditujukan ke Kepala Sekolah SMK Negeri 4 Bandung dengan tujuan tertulis ‘Rekomendasi Sekolah’.

Viral! Surat Rekom Calon Siswa Berkop DPRD Jabar, Ini Kata Sekolah & Dadang DewanSMKN 4 BANDUNG – Inilah sekolah yang menjadi harapan sang dewan agar anaknya bisa diterima di sana.

Inti dari surat tersebut merekomendasikan salah satu calon siswa untuk bisa diterima di sekolah negeri pada tahun ajaran 2020-2021. Rekomendasi itu mengatasnamakan anggota Komisi V DPRD Jabar. Anggota kelompok ahli Satgas Saber Pungli Jawa Barar Iriyanto mengaku mengetahui adanya surat berkop DPRD Jabar. Dia kecewa dengan adanya surat itu yang mengindikasikan masih adanya ‘permainan’ titip menitip siswa saat PPDB.

Baca Juga:Di Bulan Juni ini, Setiap Hari 5 Warga Kota Cirebon BerceraiPenghuni Gedung DPRD Kota Cirebon Dites Swab

“Saya dapat suratnya. Nggak tahu dari mana surat itu. Seandainya surat itu benar, maka saya mewakili Saber Pungli Jabar sangat kecewa,” ucap Iriyanto kepada detikcom, Jumat (12/6/2020). Iriyanto kecewa sebab sejak sebelum PPDB ini berlangsung, DPRD Jabar sudah melakukan rapat bersama dengan Satgas Saber Pungli. Dalam rapat itu, kata Iriyanto, DPRD Jabar justru menolak dan tidak akan memberikan bentuk rekomendasi agar siswa diterima di sekolah tertentu.

“Jadi kalau misalkan mau seperti ini, rapatnya pura-pura saja, hanya sandiwara. Jadi saya waktu di DPRD itu mewakili Saber Pungli, itu ada Disdukcapil, Kepala Dinas Pendidikan dan ada Yansos itu sepakat ketika itu (tidak ada rekomendasi siswa), jadi ternyata sepakat untuk tidak sepakat. Sepakat di dalam forum tapi dalam hatinya tidak sepakat. Kecewa kita. Di satu sisi Saber Pungli digandeng untuk menertibkan pelaksanaan PPDB, tapi di sisi lain dirusak oleh yang menggandengnya sendiri,” tuturnya.

“Kalau memang mau begini, nggak usah rapat. Kalau memang mau seperti ini nggak usah kunjungan ke daerah-daerah. Sudah diam saja, nanti titipkan satu-satu. Itu kan yang kasihan sekolah, tidak diikuti (rekomendasi) ini dari anggota dewan yang terhormat, diikuti yang kena risikonya di kemudian hari kepala sekolah,” kaya Iriyanto menambahkan. Dari kacamata Saber Pungli sendiri, munculnya surat berkop DPRD Jabar itu dinilai tak elok. Seharusnya, kaya Iriyanto, anggota dewan perlu menjadi contoh bagi masyarakat.

0 Komentar