Bisnis dan Profesi Prospektif di Era AKB: Industri Kreatif Kunci Keluar dari Krisis akibat COVID-19

Bisnis dan Profesi Prospektif di Era AKB: Industri Kreatif Kunci Keluar dari Krisis akibat COVID-19
0 Komentar

“Asumsi saya Juni kita bisa menuntaskan (COVID-19), kemudian ekonomi bisa bergerak perlahan mulai Juli. Kalau estimasi normal pertumbuhan ekonomi tumbuh 5 persen, tahun depan kita dapat kembali normal,” kata Acu.

Kebiasaan Baru Konsumen dan Prospek Bisnis

Selama COVID-19, pemerintah menjalankan jaga jarak (physical distancing) yang mendorong perubahan perilaku konsumen sebagai dampaknya. Menurut studi terkini dalam kajian berjudul “Consumer Behaviour New Normal After COVID-19” – The 30 Predictions, yang disusun empat sekawan Yuswohady – Farid Fatahillah – Amanda Rahmaniar – Isti Hanifah, ada empat perubahan besar perilaku konsumen saat wabah COVID-19.

Pertama, stay at home lifestyle: merujuk pada gaya hidup baru tinggal di rumah dengan aktivitas working – living – playing karena ada physical distancing. Kedua, emphatic society: kelahiran masyarakat baru yang lebih empati, welas asih, dan punya rasa solidaritas tinggi. Ketiga, go virtual: jaga jarak mengharuskan masyarakat menggunakan media virtual/digital. Keempat, bottom of pyramid: pergeseran kebutuhan manusia dari puncak piramid (aktualisasi diri) ke dasar piramid yakni makan, kesehatan, keamanan jiwa raga.

Bisnis dan Profesi Prospektif di Era AKB: Industri Kreatif Kunci Keluar dari Krisis akibat COVID-19

Baca Juga:Alhamdulillah, Bayi 50 Hari di Kab Cirebon yang Dinyatakan Positif Corona, Kondisinya Kini MembaikMasih Ingat dengan PNS Mesum yang Pingsan dalam Mobil Tanpa CD? Begini Nasibnya Kini

Empat perubahan besar perilaku ini telah menghadirkan 30 kondisi – kondisi baru yang prospektif secara bisnis dapat dilakukan UMKM, start up, dan industri.

Perubahan yang terasa belanja online lebih dalam dan luas, tidak sebatas barang – barang sekunder tersier dan makanan baru yang sedang hits, tapi bergeser ke bahan makanan, sembako, makanan, dan kebutuhan harian. Gaya hidup memasak di rumah (home cooking) akan kembali, makanan beku sebagai solusi praktis, perawatan diri dan do it your self (DIY), dan keseimbangan hidup antara kerja – main – kesehatan juga akan muncul.

Perubahan lainnya adalah gaya hidup “jamu is the new espresso”, halal thoyyiban jadi arus utama, pay later solution, dan travelling gaya baru. Kemjdian kemunculan generasi Zoom dan virtual, gaya hidup di awan (cloud lifestyle), telemedicene: from visit to virtual, positif parenting, dan ibadah virtual. Lalu kemunculan empati dan solidaritas di masyarakat.

Dari kondisi – kondisi tersebut, muncul banyak bisnis yang sangat menguntungkan dan cepat berkembang. Seperti bisnis sayuran dan sembako online dengan metode antar langsung ke konsumen, penjualan buku resep, pengiriman makanan beku (frozen food), games, dan hiburan dalam rumah.

0 Komentar