Rektor Tel-U: Kebangkitan Nasional Melalui Pembangunan Generasi Unggul untuk Indonesia Emas

Rektor Tel-U: Kebangkitan Nasional Melalui Pembangunan Generasi Unggul untuk Indonesia Emas
0 Komentar

Di masa pandemi COVID-19 telah memaksa sebagian besar dari kita ke dalam isolasi dan mendefinisikan kembali “kondisi normal” dalam kehidupan pribadi dan pekerjaan. Sebagian besar dari kita bekerja dari rumah, hal ini membawa tantangan baru dalam menjaga kehidupan kerja kita berbeda dari kehidupan pribadi kita. Dengan kondisi sekarang ini, mungkin akan menjadi kebiasaan (habit) pada masa mendatang, paska pandemic. Efek pandemi terkadang bisa membuat kita kehilangan motivasi. Padahal bekal kemampuan dan motivasi yang tinggi akan dapat melahirkan berbagai peluang untuk kita. Peluang ini tak layak ditunggu, namun harus diburu dan diciptakan. Saat ini, banyak orang beranggapan bahwa kita harus menghindari suatu masalah, padahal dari setiap masalah selalu ada peluang yang bisa manfaatkan dan memberikan kontribusi positif yang dampaknya tidak hanya untuk diri sendiri bahkan juga untuk orang lain. Setelah masa pandemi berakhir, akan sangat banyak bermunculan peluang usaha baru, yang kemungkinan belum terpikirkan sebelumnya. Karena itu, memaksimalkan kombinasi dari kemampuan, motivasi dan pemanfaatan peluang merupakan kebiasaan yang signifikan dalam membentuk budaya yang baik.

Untuk menciptakan budaya yang baik maka dibutuhkan peningkatan kapasitas diri sendiri, kita perlu melakukan continuous quality improvement (peningkatan kualtas diri secara berkelanjutan). Perlu disadari, bahwa dalam diri kita ini selalu ada room for improvement. Apabila kita menelisik diri kita masing-masing pasti selalu ada kesempatan untuk berintrospeksi dan memperbaiki diri (muhasabah). Kita seyogyanya bisa melakukan introspeksi (evaluasi diri) dan melakukan pengukuran terhadap performansi kinerja masing-masing. Kenapa hal tersebut penting? Karena kita tidak akan pernah bisa melakukan peningkatan kualitas apabila kita tidak pernah tahu ukuran kualitas diri kita masing-masing.

Dengan melakukan dua hal ini, Self Evaluation dan Performance Measurement, kedepan kita akan bisa melakukan Continuous Quality Improvement untuk diri kita masing-masing, sehingga kapasitas kita meningkat.

Baca Juga:Murid dan Guru di 70 Sekolah Terinfeksi Covid-19Gais, Ini Dia Tante Ernie, Wanita Cantik yang Lagi Viral itu…

Harapannya, dengan peningkatan kapasitas diri akan menghasilkan nilai (value) yang baik untuk bangsa ini. Bagaimana caranya membangun budaya sehingga bisa memberikan dampak (value) yang besar? Yang pertama, perlu adanya self awareness dari kita sehingga kita menjadi pelaku perubahan itu sendiri. Karena perubahan adalah satu hal yang pasti, jika tidak bisa menyesuaikannya kita akan tergilas oleh perubahan itu sendiri. Menjadi pelaku perubahan artinya setiap individu tak cukup merasa terinspirasi dari suatu kejadian atau pembicaraan, tetapi juga harus berusaha bagaimana selanjutnya bisa menginspirasi lingkungan disekitarnya. Yang kedua, kita perlu menguatkan sikap adaptive dan passionate dalam menjalankan atau menghadapi kondisi suatu keadaan apapun. Ditengah kondisi yang penuh ketidakpastian dan tidak berpola ini, proses adaptasi dan pantang menyerah dari suatu keadaan ini merupakan suatu keniscayaan.

0 Komentar