Garut & Ciamis (juga) Berlakukan Local Lockdown

Garut & Ciamis (juga) Berlakukan Local Lockdown
0 Komentar

Imbauan untuk tidak mudik bagi perantau dari daerah terpapar Covid-19 (zona merah) tidak terlalu diindahkan. Sehingga terjadi lonjakan luar biasa kedatangan pemudik ke Ciamis. Sehingga perlu dilakukan penyekatan wilayah dan karantina terbatas (lockdown local).

Bila tidak dilakukan upaya penyekatan wilayah (lockdown terbatas) dikhawatirkan terjadi ledakan kasus Covid-19.

Akan dilakukan penjagaan ketat di daerah perbatasan pintu masuk Ciamis oleh petugas gabungan diharapkan kedatangan pemudik tidak terus bertambah.

Baca Juga:Soal Kabar Seorang Pejabat di Karawang Meninggal Terpapar Corona, Ini Jawaban DinkesSeorang Pejabat di Karawang Meninggal Dunia Terpapar Corona? “Aneh, Satgas Corona Sulit Ditemui”

Terhitung mulai Selasa (31/3) pintu masuk Ciamis di daerah perbatasan akan dijaga tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, ASN serta petugas medis yang akan melakukan sweeping.

“Bagi perantau, bila tidak terlalu mendesak, dan tidak terlalu penting. Tetap disarankan untuk tidak pulang ke Ciamis. Semuanya untuk menghindari kemungkinan terbawanya virus corona ke Ciamis. Kalau memang sayang keluarga dan orang tua di kampong, lebih baik tidak mudik,” kata Herdiat.

Bagi pemudik yang sudah terlanjur pulang ke Ciamis terutama yang berasal dari daerah zona merah menurut Bupati Herdiat otomatis berstatus orang dalam pemantauan (ODP), langsung melakukan isolasi mandiri, berdiam diri di rumah. Dan terdata.

Penjagaan pintu masuk perbatasan Ciamis tersebut menurut Bupati Herdiat akan berlangsung selama sebulan mulai Selasa (31/3) sampai Kamis (30/4). Dan akan dicabut atau diperpanjang tergantungan perkembangan situasi. (red)

Laman:

1 2
0 Komentar