Ia pun mencontohkan beberapa negara yang melakukan lockdown dan tidak.
“Di negara maju ada yang lockdown seperti Italia dan Malaysia, tapi Korea tidak lockdown karena masyarakatnya disiplin dan melakukan sampling 15 ribu per hari, sementara kita baru 230. Makanya kami sampaikan kalau kami butuh alat sampling yang lebih banyak,” ucapnya.
Ridwan Kamil juga menegaskan kalau Pemprov Jabar akan taat pada protokol pemerintah pusat, namun ia meminta untuk dipertimbangkan.
“Urusan lockdown ini mohon dipertimbangkan, banyak positifnya juga. Dengan syarat memang kesiapan-kesiapannya terukur dan dampaknya terukur,” tegasnya.
Baca Juga:Polres Metro Bekasi Amankan Benda Diduga MortirKantor Imigrasi Karawang Stop Visa untuk WNA Tiongkok
Ia juga memohon dukungan untuk daerah yang sedang berjuang agar penyebaran virus corona ini tidak terlalu parah.
“Saya akan ikut urusan lockdown ini dengan pemerintah pusat,” tegasnya.
