TASIKMALAYA – Seorang gadis berusia 15 tahun datang ke Mapolres Tasikmalaya Kota, mengadu kalau foto dan video dirinya bugil ada yang menyebarkan.
Padahal, dia sendiri tak merasa meyebarkannya. Dia mengaku hanya mengirimkan foto dan video tersebut kepada pacar mayanya, yang tinggal di Palembang, yang sekarang sudah putus.
Didampingi Ketua KPAID Kabupaten Tasikmalaya, Ato Rinanto dan ibunya, Selasa (17/3/2020), siswi yang kini duduk dibangku kelas III setingkat SMP itu mengadu kalau foto dan video bugilnya itu menyebar di media sosial.
Baca Juga:Narkoba, Vanessa Angel dan Suami Ditangkap PolisiHari ini, Akan ada Pemadaman Listrik di Beberapa Kawasan di Kota Cirebon
Ironisnya, foto dan video yang menyebar itu adalah yang pernah dia kirim kepada pacar mayanya, berinisial E (24), yang mengaku tinggal di Palembang, Sumsel.
“Ananda ini curiga yang menyebarkan foto dan video itu adalah E karena hanya kepada E lah mengirimnya atas dasar keinginan E sendiri,” kata Ato.
Terlebih, lanjut Ato, sekitar sebulan lalu keduanya putus. “Menurut penuturan ananda, kemungkinan merasa sakit hati karena hubungan mereka putus, sehingga tersebarlah foto dan video tersebut,” ujarnya.
Menurut Ato, foto dan video tersebut bisa menyebar di teman-teman korban, kemungkinan E juga menjalin pertemanan dengan mereka. Sehingga dengan mudah menyebar.
Kirim Foto Bugil Diancam Ibunya akan Disantet
Ketua KPAID Kabupaten Tasikmalaya, Ato Rinanto, mengungkapkan, korban yang berinisial W (15) sebenarnya tidak menyerahkan foto dan video bugilnya kepada E (24) yang sempat jadi pacar mayanya.
Namun, E memaksanya dengan mengancam W, kalau tidak menurutinya dia akan menyantet ibunya E (korban).
Hubungan maya mereka sudah terjalin sejak 11 bulan lalu melalui Facebook. Setelah itu mulai bulan Juni 2019, hubungan diintensifkan melalui WA dan bahkan melalui video call.
Baca Juga:Viral, Putri Anggota DPRD Kabupaten Bekasi ini Gemas Ingin Lawan CoronaFatwa MUI: Selama Wabah Corona, Sholat Jumat Boleh Diganti Sholat Duhur
E kemudian meminta W berpose bugil saat mereka berkomunikasi melalui video call WA. “Ananda W tentu saja menolak. Tapi kemudian timbul ancaman dari E, jika tidak mau maka ibu kandung W akan disantet,” kata Ato.
Akhirnya dengan terpaksa W menuruti permintaan E dengan berpose telanjang. Bahkan E terpaksa beraktivitas tertentu saat telanjang untuk memenuhi keinginan W.
“Jadi kalau tidak dipaksa, W tidak akan mau buka-bukaan seperti itu. Apalagi di antara mereka tidak pernah bertemu muka. Mereka pacaran hanya melalui media sosial,” ujar Ato.
