“Foto salam dua jari Kepala Kemenag Karawang bukan berarti harus dimaknai sebagai kampanye. Akan tetapi, bentuk sebuah pose foto yang sudah umum bahkan siapa pun bisa melakukan pose serupa,” ujarnya, kepada jabarpublisher, beberapa hari lalu.
Terlebih, kata dia, jika dikaitkan dengan ranah politik pilkada belum masuk penjadwalan. “Belum masuk wilayah pilkada. Daftar juga belum,” tegasnya.
Soal pantun yang diucapkan Kepala Kemenag Karawang, dikatakan hilman, wajar jika seorang pejabat seperti Kepala Kemenag memuji pimpinan daerah, dengan berbagai cara. Salah satunya berpantun di akhir acara persesmian Kampung Santri. Karena berkat dukungan seorang pemimpin daerah, program tersebut bisa terealisasi. (red)
