PNS RSUD Waled Sebut Ada Oknum di BRI KCP Ciledug

PNS RSUD Waled Sebut Ada Oknum di BRI KCP Ciledug
0 Komentar

CIREBON – Keluhan PNS RSUD Waled bernama Wawan Herndrawanto yang menyampaikan komplain tertulis kepada Bank BRI Kantor Cabang Pembantu (KCP) Ciledug, Kab Cirebon, atas kenaikan top up pinjaman sepihak dari Rp 160 juta ke Rp 190 juta terus bergulir. Namun hingga hari ini, Kamis (27/2/2020), belum ada jawaban resmi dari pihak BRI KCP Ciledug juga BRI Pusat terkait berita sebelumnya.

Baca berita sebelumnya klik : Kecewa Soal Top Up Pinjaman, PNS ini Komplain ke Bank BRI KCP Ciledug

PNS RSUD Waled Sebut Ada Oknum di BRI KCP CiledugKANTOR BRI KCP CILEDUG, DESA PABUARAN WETAN, KEC PABUARAN, KAB CIREBON

Baca Juga:Karawang Darurat Bencana, Danrem 063/SGJ Kunjungi Posko KarangligarGuru Digunduli, Publik Mengecam, Ini Jawaban Mabes Polri

Ditemui JP Kamis siang, Wawan Herndrawanto menyebutkan bahwa di BRI KCP Ciledug ada oknum yang diduga bermain dalam kasus yang dialaminya (kenaikan top up tanpa konfirmasi). “Saya ingat mas, perincian gaji tahun 2015 dan SK IIC yang saya terima bulan Februari 2015 diminta sama pak Dani dari saya sendiri, dan katanya buat melengkapi persyaratan, karena SK IIB saja masih kurang dan harus disertakan walaupun credit sudah berjalan. Tapi setelah data top up saya lihat, ternyata SK IIC dan rincian gaji tahun 2015 malah buat persyaratan top up bukan buat melengkapi data credit yang kurang. Dan mungkin karena ada berkas kosong yang sudah ditandatangani saya dan istri, makanya pak Dani bisa memprosesnya jadi top up,” ungkapnya.

Wawan menyatakan bahwa pengambilan SK IIC tersebut diambil langsung oleh Dani ke RSUD Waled sambil menagih angsuran. Artinya, ada dua buah SK milik Wawan Hendrawanto yakni SK IIB dan IIC PNS Pemkab Cirebon kini ada ditangan Bank BRI KCP Ciledug. “Ia dia langsung yang ambil, saya menyerahkannya di RSUD Waled bahkan nggak ada bahasa saya mau top up. Sekali lagi SK itu diambil katanya untuk melengkapi persyaratan yang kurang,” terang Wawan. Lalu apakah ada langkah lain yang akan dilakukan olehnya selain menunggu jawaban dari pihak BRI? “Jawaban dari BRI atas surat komplain saya, masih saya tunggu, lebih cepat lebih baik. Tapi bilamana tidak ada solusinya sampai minggu depan, saya siap tempuh jalur hukum. Saya tidak akan mundur sebelum padam. Dan saya menduga ada oknum di BRI KCP Ciledug yang bermain dengan sangat rapih dan terencana sekali. Buktinya apa? Ya kasus yang menimpa saya ini. Jadi bisa saja bukan alur perbankan-nya yang salah, tetapi prilaku oknum tersebut yang menyalahgunakan persyaratan perbankan hingga kenaikan pinjaman bisa terjadi tanpa konfirmasi dan tanpa nasabah menerima uangnya,” tegas Wawan.

0 Komentar