Dia mewarning. “Ini jangan main – main, persolannya berhubungan dengan nasib anak Bangsa soal nasib pendidikannya, bukan berhubungan dengan anak bangsat,” tukasnya.
“Jadi, tidak ada kata lain. Saya meminta agar Unit V Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Polres Karawang agar segera turun tangan untuk menyelidiki permasalahan ini. Atas dasar beredarnya pemberitaan di media massa yang cukup santer ini, sudah bisa di jadikan dasar bagi penegak hukum untuk menyelidikinya,” tandasnya.
Kata diam, ini kesempatan bagi Unit Tipidkor Polres Karawang untuk mengungkap perkara besar. Karena selama ini yang sering masuk perkaranya, kebanyakan perkara Desa saja.
Baca Juga:Pelaku Tawuran antara SMK Aljabar-SMK Dwi Bhakti, Disidang DipersiTry Out Serentak SMP di Karawang Gagal Digelar, “Servernya Jebol, Padahal Anggaran Besar”
Masih di tempat yang sama, pemerhati politik dan pemerintahan lainnya, Andri Kurniawan berpendapat, “Dari satu sisi yang namanya perangkat lunak seperti itu, tentunya ada saja kendala atau eror. Tetapi, khusus untuk kepentingan seperti ini seharusnya si penyedia jasa bisa antisipasi dengan menyiapkan tenaga ahli atau teknisi yang mumpuni. Ketika terjadi jebol begini, bisa segera teratasi”.
Namanya perangkat baru, kata dia, spesifikasi harus sesuainya dengan spek. “Rasa-rasanya jauh dari kemungkinan kalau sampai jebol? Tapi itu tadi, saya sepakat dengan pak Askun. Sebaiknya masalah ini segera di lidik oleh penegak hukum, agar dapat di ketahui permasalahannya. Kalau pun itu kendala teknis, kok bisa lalai begitu?” (zen)
