Menurut Emil, hal tersebut bisa menjadi potensi Garut untuk maju. Hal tersebut bisa dilakukan melalui pengembangan ekonomi desa melalui berbagai potensinya.
“Bisa jadi potensi dan Garut bisa maju melalui pariwisata, karena potensi wisatanya lengkap, mulai dari air panas sampai air dingin, dari gunung sampai laut, semuanya ada di Garut,” katanya.
Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jawa Barat sendiri sudah meluncurkan sejumlah program untuk mendorong pengembangan ekonomi desa, seperti One Village One Company (OVOC), Desa Digital, dan Patriot Desa.
Baca Juga:Ucapan Imlek 2020 dari Gubernur Jabar: Hal Negatif Kita KurangiKapolda Jabar Turun Langsung, Bubarkan Bentrok 2 Ormas di Sukabumi
“Salah satu yang ingin kita dorong adalah kemajuan desa. Karena cita-cita kita ingin tinggal di desa tapi rejeki kota. Kita juga Ada Talisa (Pusat Digital Desa). Jadi, di program ini seluruh balai desa di Jawa Barat harus dilengkapi ruangan ber-komputer, tujuannya sederhana untuk promosi atau jual beli online,” ucap Emil.
“Sudah ada 110 sarjana sudah saya kirim ke desa-desa di Jawa Barat untuk —tugasnya hanya satu— mendirikan perusahaan. Kita seleksi dengan banyak anak muda namanya program Patriot Desa,” imbuhnya.
Program Patriot Desa ini ditujukan untuk para pemuda Jawa Barat yang memiliki skill atau keahlian. Ada empat kriteria yang harus dimiliki peserta Patriot Desa, yaitu memiliki skill atau keahlian terutama di bidang digital, mempunyai daya juang tinggi atau tidak mudah menyerah, mempunyai nilai untuk menggerakkan, serta mempunyai nilai keikhlasan.
Selain program di bidang ekonomi, Emil pun menjelaskan bahwa pihaknya ingin membangun desa dari sisi spiritualitasnya. Untuk itu, Pemda Provinsi Jawa Barat juga menggulirkan program Satu Desa Satu Hafidz Quran atau Sadesa.
“Program Sadesa itu, Satu Desa Satu Hafidz Quran. Kami bercita-cita dari 5.300-an desa di Jawa Barat, masing-masing harus punya minimal satu penghafal Quran. Kepada desa yang belum punya akan kita beasiswa-kan,” kata Emil mengakhiri. (rls/hmsjbr)
