SUASANA SAAT SURVEY AKREDITASI DI RSUD WALED
Salah satu manfaat dengan raihan akreditas ini adalah kerjasama dengan BPJS di RSUD Waled akan berlanjut, karena BPJS mengharuskan mitranya sudah terakreditasi. “Jadi masyarakat Cirebon Timur dan sekitarnya tak perlu khawatir, karena dalam kurun 3 tahun ke depan masih bisa mendapatkan pelayanan BPJS di RSUD Waled. Adapun manfaat lainnya yakni perhatian stakeholder seperti Pemkab Cirebon, Pemprov, hingga Kemenkes RI kepada RSUD Waled akan lebih tinggi,” tandasnya.
Meski sudah meraih predikat paripurna, bukan berarti RSUD Waled sudah bebas dari keluhan masyarakat. Karena tak bisa dipungkiri, di instansi manapun, tidak ada kebijakan yang bisa memuaskan semua pihak atau semua lapisan masyarakat. Bedanya adalah, apakah manajemen teresebut cuek terhadap keluhan atau akan menjadikan keluhan, komplain, kritik dari masyarakat sebagai bahan evaluasi agar lebih baik.
“Jika ada keluhan atau aduan silahkan mengadu ke kami, ke manajemen. Kami terbuka terhadap semua pengaduan masyarakat. Bahkan di setiap unit ada kontak pelayanan, SMS, dan sebagainya. Dan perlu diketahui, semua aduan yang masuk selalu kita tindaklanjuti dan evaluasi. Kami akui, kebijakan apapun tidak akan memuaskan semua lapisan masyarakat, terlebih ada sekitar 700 karyawan di sini dengan skill dan tupoksi yang beragam. Untuk itu, aduan dari masyarakat ini justru akan memotivasi kami untuk berkinerja lebih baik lagi,” pungkas dr Dwi. (jay)
Baca Juga:Viral! Geng Motor di Cirebon bikin ResahPatut Dicontoh! Begini Cara Kuwu Pabuaran Lor Kelola DD Tahap III 2019
SURVEY DILAKUKAN SECARA MENYELURUH DI 16 POKJA YANG ADA DI RSUD WALED
DIREKTUR RSUD WALED MENYAMBUT KEDATANGAN BUPATI CIREBON DAN KADINKES DI HARI KEDUA AKREDITASI
KETUA AKREDITASI RSUD WALED DR HJ. DWI SUDARNI, SALAH SATU SOSOK DIBALIK KESUKSESAN RSUD WALED MERAIH PREDIKAT PARIPURNA
