World Halal Summit: Pesantren OPOP Curi Perhatian Delegasi Eropa, Asia, Afrika  

World Halal Summit: Pesantren OPOP Curi Perhatian Delegasi Eropa, Asia, Afrika  
0 Komentar

“Saya melihat keranjang bambu ini bagus sebagai wadah untuk souvenir. Kami perlu untuk suvenir pernikahan, karena kami juga punya usaha wedding organizer. Bahannya unik dan tentu ramah lingkungan,” katanya.
Dia berharap Husnul Khotimah bisa menyediakan keranjang bambu ini, namun dia mensyaratkan agar tidak ada kandungan airnya supaya sampai ke tujuan tidak berjamur dan tidak busuk.
World Halal Summit: Pesantren OPOP Curi Perhatian Delegasi Eropa, Asia, Afrika  
Perwakilan Husnul Khotimah Didin Mulyanto menyambut baik tawaran ini. Pesantren Husnul Khotimah bisa mengerahkan jejaring pesantrennya untuk memenuhi pesanan ini.
“Bagi kami, pemenuhan pesanan ini tidak sulit. Karena selama ini kami juga memproduksi kerajinan bambu dengan standar bambu kering,” ujarnya.
Pesantren ini juga menerima tawaran bea siswa santrinya ke University of Africa di Sudan. Perwakilan universitas terebut, Syeich Yasir Yusuf secara khusus datang ke stan Jawa Barat dan menawarkan bea siswa ini. Desember ini, Syeikh Yasir akan datang ke Indonesia.
“Akan ada semacam MoU Husnul khotimah dengan Universitas of Africa. Santri sudah banyak di sini, hanya melalui jalur mandiri.  Sudah ada 20 orang santri di sini. Sekarang mereka  menyediakan kuota 10 bea siswa (full scholarship),” kata Ustad Mutamad, dari Husnul Khotimah.
Pesantren Idrisiyyah menawarkan produk udang vaname. Perusahaan GISB Malaysia ingin menjajaki pembelian udang Vaname. GISB membutuhkan suplai udang satu kontainer per bulan. Sebagai tindak lanjutnya, Koppontren Al-Idrisiyyah akan megadakan pembicaraan dengan GISB perwakilan Indonesia di Sentul, Kabupaten Bogor.
Al Idrisiyyah juga mendapat komitmen pengadaan kerajinan tas pandan dari Sonaydemirci. Perusahaan ini ingin menjadi reseller produk kerajinan bambu dan tas jinjing untuk Eropa. Selain itu, pesantren ini juga menerima pesanan sendok pengaduk kopi dari bambu dari perusahaan mesin pencucui piring Turki, karena kafe-kafe di Eropa sudah mulai meninggalkan pengocek dari plastik.
Menurut perwakilan Koppontren Al Idrisiyyah Ega Abdulgafur, pesantrennya siap untuk memenuhi pesanan sendok kopi ini, karena selama ini pesantrennya juga memproduksi kerajinan bambu, sehingga bahan sendok bambu tersebut memanfaatkan sisa bahan kerajinan.
Sementara itu, selain menerima tawaran konsultasi sistem pendidikan kemandirian pesantren, Koppontren Nurul Iman juga menerima pesanan beras dan beras campur jagung. Jumlah pesanannya dua kontainer.

0 Komentar