Komitmen Bisnis
PADA pameran ini, kelima pesantren berhasil mendapatkan banyak komitmen bisnis. Para calon pembeli tertarik dengan produk pertanian, fesyen, maupun jasa wisata halal.
Al Ittifaq berhasil menggaet perusahaan-perusahaan untuk mengikat komitmen bisnis antara lain dengan Vizyon Team yang memerlukan buah-buahan, sayuran, jahe, dan lengkuas Sementara Eruope Vital akan membeli jahe, lengkuas dan kayu manis. African Tide membutuhkan kunyit dan jahe. Empire Qatar meminta kopi. Perusahaan-perusahaan Turki membutuhkan sayuran dan tanaman obat.
Dalam kesempatan ini, perusahaan konsultan IT dunia Archytas Blockchain Consultancy, juga tertarik dengan keunikan pesantren Indonesia. Mereka mendorong pesantren OPOP untuk bertransformasi digital dengan menggunakan metode blockchain.
“Nah kami terpacu untuk mempelajari apa iti blockchain dan bagaimana memanfaatkannya dalam bisnis kami” ujar CEO Al-Ittifaq Setia Irawan.
Sementara itu, perusahaan tur dan travel internasional meminta Pesantren Daarut Tauhiid (DT) Bandung menjadi mitra wisata halal di Indonesia. Untuk itu, mereka meminta DT untuk memberikan informasi daerah tujuan wisata yang menarik untuk dikunjungi wisatawan Timur Tengah.
Perusahaan travel yang mengajak kerjasama antara lain dari Jordania, Uni Emirat Arab (UEA), Bulgaria dan lain-lain. Manajer Kontrak dan Tender Dallah Group Jordania, Hiba Al-Qadi mengatakan, bagi calon wisatawan Timur Tengah informasi wisata halal di Indonesia sangat minim. Selama ini mereka hanya mengetahui wisata halal dari Malaysia.
“Mereka belum tahu wisata dan wisata halal Indonesia. Banyak wisatawan dari Timteng lari ke Malaysia. Ke Indonesia belum banyak informasinya,” ujar Al Qadi.
Menurut rencana, Dallah Group Companies akan datang ke DT untuk mempelajari kerja sama wisata halal. Mereka akan membawa turis Timur Tengah ke Indonesia.
“Kami siap menjadi partner, karena selama ini juga DT mengembangkan perusahaan travel, dan mengembangkan wisata halal. DT bisa menawarkan wisata eksotik ke Pulau Komodo, Raja Ampat dan lain-lain,” ujar Tommy Satyagraha dari DT.
Sementara itu, pesantren Husnul Khotimah mendapat pesanan satu kontainer keranjang bambu untuk pengiriman ke Bosnia. Pimpinan Bosnia Tour dan Travel Mirza Omerhodzic mengatakan, sekarang ini masyarakat Eropa sudah beralih kepada isu go-green, termasuk dalam hal wisata. Sebagai pengelola wisata halal, dia dituntut untuk memberikan layanan ramah lingkungan.
World Halal Summit: Pesantren OPOP Curi Perhatian Delegasi Eropa, Asia, Afrika
