Jadi “Pegawai” Disnakertrans Kab Cirebon, Pemuda asal Babakan Ketipu Puluhan Juta

Jadi "Pegawai" Disnakertrans Kab Cirebon, Pemuda asal Babakan Ketipu Puluhan Juta
0 Komentar

Meski honor yang diterimanya tidak mengenakkan, Cr tetap bekerja. Dia menjalankan aktivitasnya sebagai pekerja disana. “Tapi pas bulan kedua saya tak menerima honor. Begitupun dengan bulan ke tiga, hingga akhirnya saya berhenti kerja di bulan ke tujuh, honor gak saya terima,” ucapnya.

Dikonfirmasi secara terpisah, Kepala Disnakertrans Kabupaten Cirebon, Aab A Subandi, membantah kalau dirinya pernah menerima uang dari Bn, terkait rekrutmen tenaga lepas di instansinya. Bahkan, dia mengaku tak pernah bertemu dengan Cr (korban). “Saya bahkan tak tahu kalau di BLK ada tenaga harian lepas bernama itu. Coba nanti saya cek ke BLK. Dan saya minta dipertemukan langsung dengan anak itu, biar jelas permasalahannya,” ujarnya, saat dikonfirmasi.

Dikatakan dia, bisa saja Bn mencatut namanya.”Memang banyak orang yang mencari dia. Mungkin korbannya juga banyak. Saya benar-benar gak pernah nerima sepeserpun. Lagi pula, dalam penerimaan tenaga kerja, apapun itu statusnya, tidak diperbolehkan memungut biaya sebesar apapun, itu sudah menyalahi aturan,” katanya.

Baca Juga:11 Desember Bupati Cirebon Umumkan Putusan Sengketa Pilwu 2019, Ini PenjelasannyaSah! APBD Kota Sukabumi sudah Ketok Palu

Subandi mengaku prihatin dengan kejadian itu. Dia berharap, hal serupa tidak terulang kembali. “Saya sangat mewanti-wanti, jangan percaya sama orang yang mengaku bisa memasukan kerja, dan mengaku-ngaku dekat dengan saya,” katanya.

Jumat (29/11/2019) pagi, Cr pun dipertemukan dengan Kadisnakertrans Kabupaten Cirebon, beserta Koordinator UPT Pelatihan Kerja (BLK), Harsono. Pertemuan dilakukan di UPT Pelatihan Kerja, kawasan Plumbon, Kabupaten Cirebon.

Dalam pertemuan itu, Cr menceritakan semua yang dialaminya. Dan Koordinator UPT Pelatihan Kerja, Harsono, mengakui kalau Cr pernah bekerja di sana selama beberapa bulan. Namun kata dia, status Cr hanyalah magang, bukan termasuk tenaga honorer.

“Kami hanya melakukan pembinaan. Dan karena statusnya magang, masalah honorarium Cr bukan tanggungan APBD. Kita memberikan honornya dari luar, itupun hanya tiga ratus ribu per bulan,” ujar Harsono.

Namun ada yang mengganjal Harsono. “Statusnya magang, tapi kok pakai seragam sama dengan pegawai lainnya. Dari mana dia punya seragam?” ucap Harsono.

Masalah ada sejumlah uang yang diberikan Cr kepada oknum berinisial Bn, Harsono juga mengaku tidak tahu menahu. “Jadi jangankan menerima (uang itu),” katanya.

0 Komentar