Ditanya terkait jumlah pelapor sengketa pilwu yang melonjak tajam tahun ini, Ia menjawab bahwa hal itu adalah proses yang lumrah dalam demokrasi. “Perbandingan dengan pilwu sebelumnya memang ada kenaikan, saya fikir karena itu adalah proses demokrasi. Perlu diketahui juga bahwa Pilwu sangat berbeda dengan Pileg, Pilkada atau Pilpres. Tingkat partisipasi pada pilwu ini sangat tinggi sampai 80 persen, intensitasnya, pilihan yang berkaitan dengan kedekatan terhadap masyarakatnya, dan potensi gesekannya pun sangat kuat. Tapi dari pantauan kami rata-rata kondusifitasnya sudah mulai terjaga,” tandasnya.
Pihaknya juga mengklaim bahwa sosialisasi yang dilakukan ini sudah maksimal dengan mengundang saksi, panitia sebelas, para calon dan pihak terkait lainnya. “Tapi memang dalam setiap ajang pemilihan, selalu ada yang menang dan ada yang kalah. Terkait pemanggilan para pihak untuk dikonfirmasi terkait aduan ini, sudah selesai semua per tanggal 16 November 2019. Saat ini kami tengah merancang kesimpulan dan selanjutnya dibawa dalam rapat pleno Senin besok, bersama Pak Sekda. Tahap selanjutnya adalah pengumuman putusan atas aduan sengketa Pilwu pada tanggal 11 Desember 2019 mendatang oleh Pak Bupati. Teknisnya bupati akan berkirim surat langsung,” ulasnya.
JELASKAN – Anggota Tim Pengawas Kesbang Linmas Kab Cirebon saat menjelaskan masalah sengketa pilwu kepada wartawan JP.
Baca Juga:Sah! APBD Kota Sukabumi sudah Ketok PaluDerus: Karawang Harus Punya Produk Unggulan
Ditanya apakah dari hasil analisia Panwas Kabupaten terhadap 18 desa yang melapor, ada desa yang berpotensi bakal dilakukan pemilihan suara ulang atau penghitungan suara ulang? “Awalnya memang ada 19 Desa yang melapor, namun satu desa yakni Desa Gebang, Kecamatan Gebang mundur, jadi saat ini ada 18 desa yang sedang menunggu keputusan. Kalau menganalisis dari aduan, bukan pemilihan suara ulang, melainkan penghitungan suara ulang, tapi teman-teman tim punya standar. Dan di sisi lain keputusan ada di pak bupati, termasuk soal langkah yang akan ditempuh setelah keputusan tanggal 11 Desember 2019 mendatang,” pungkas Agis. (jay/adi)
