HUT ke-23, MAN 4 Cirebon Berhasil Tambah Aset Kemenag Puluhan Miliar Rupiah

HUT ke-23, MAN 4 Cirebon Berhasil Tambah Aset Kemenag Puluhan Miliar Rupiah
0 Komentar

HUT ke-23, MAN 4 Cirebon Berhasil Tambah Aset Kemenag Puluhan Miliar RupiahMONUMENTAL – Terbitnya sertifikat tanah MAN 4 Cirebon menjadi kado HUT paling monumental.

Ditanya JP, bagaimanakah respon Kemenag RI saat mendapat kabar bahwa MAN 4 telah berhasil menambah aset kemenag RI dengan jadinya sertifikat, Imron menjawabnya lugas. “Respon mereka takjub karena sekian tahun sudah diuruskan mandeg, dan alhamdulillah sekarang legal formal sudah ditangan. Tentu kami merasa sangat sanfat bahagia dengan kepengurusan dan capaian yang monumental ini,” jelasnya.

Lalu berapakah nilai aset yang sudah ditambahkan MAN 4 Cirebon untuk negara dalam hal ini Kemenag RI, dengan terbitnya sertifikat tanah tersebut? Ia mengungkapkan, bahwa di wilayah Pabuaran harga tanahnya mencapai 15-17 juta rupiah per bata. Jadi kisaran Rp 5 miliar untuk tanahnya saja. Jika dihitung berikut bangunan mungkin bisa sampai 20 miliar rupiah. Dan itu sudah masuk atau tercatat sebagai aset kemenag,” imbuhnya.

Baca Juga:Ridwan Kamil Sabet Most Popular Leader in Social Media 2019Begini Nih Cara Pemprov Basmi Kemiskinan di Jabar

Imron juga tak melupakan sejumlah pihak yang telah membantunya hingga keberhasilan ini berhasil diraih yakni Bendahara, Para wakasek, terutama Waka Sarpras Abdul Basit, komite sekolah dan semua pihak yang sudah membantu selama proses penerbitan sertifikat. “Mudah-mudahan capaian ini juga bisa menjadi jariyah juga bagi kami,” singkatnya.

Harapannya, dengan terbitnya sertifikat tersebut MAN 4 Cirebon bisa lebih maksimal dalam mendapatkan bantuan, terutama bantuan fisik. Mengingat dalam klausul, syarat utama untuk mendapatkan bantuan adalah legal formalnya. Dan selama kurun 23 tahun, bantuan yang diberikan kepada MAN 4 Cirebon relatif kurang maksimal karena status tanahnya bukan sertifikat hak milik.

“Saya terobsesi sekali merubah pandangan, meski kita berada di pinggiran Cirebon, tapi kita adalah sekolah pilihan, bukan sekolah pinggiran. Untuk itu saya berharap kami bisa lebih diperhatikan lagi dalam rangka mewujudkan visi sekolah yang hebat dan bermartabat. Perlu support dari semua baik berupa bimbingan, arahan, juga bantuan fisik dan non fisik,” tandasnya.

Ada sejumlah sarana juga fasilitas sekolah yang memang perlu dibangun dan direvitalisasi. Seperti halnya laboratorium sekolah yang harus dipisah antara lab biologi, fisika dan kimia. Saat ini baru ada satu ruang lab di MAN 4 Cirebon. Keberadaan perpustakaan sekolah yang kurang luas. Perlu pembangunan ruang multimedia agar proses KBM lebih optimal. “Selain itu yang paling pokok adalah revitalisasi tempat ibadah. Kita memang sudah ada musholla tapi kurang reperesentatif dan juga perlunya toilet untuk siswa,” rinci Kepsek MAN 4 Cirebon.

0 Komentar