Selain upah yang terlampau tinggi, serbuan produk impor juga menjadi faktor utama penyebab banyak perusahaan gulung tikar. “Serbuan produk impor seperti kain-kain dari China yang bisa begitu bebas masuk ke Indonesia juga harus dipikirkan pemerintah. Karena daya jualnya jauh lebih murah dibandingkan dengan produk kita. Ini juga faktor yang membuat banyak perusahaan gulung tikar, bukan hanya di Karawang,” ulasnya.
Sementara itu, menyikapi wacana pemerataan upah di Jawa Barat yang dicetuskan Pemprov Jabar usai menggelar rapat dengan ILO beberapa bulan lalu, Ia menjawabnya diplomatis.
“Wacana sih sah-sah saja. Tapi masalahnya kelas atau item perusahaan yang bagaimana yang akan dilakukan pemerataan tersebut. Karena kalau semua UMK disama ratakan pasti akan menimbulkan gejolak yang besar. Misalnya UMK Karawang disamakan dengan Bandung, Tasik, dan sebagainya, atau kelas industri otomotif disamakan dengan tekstil, jelas itu tidak mungkin,” pungkas Sri Rahayu mengakhiri wawancara JP. (jay)
