Hati-hati! Booking Hotel Lewat “RedDoorz” Banyak Konsumen Kecewa Berat

Hati-hati! Booking Hotel Lewat "RedDoorz" Banyak Konsumen Kecewa Berat
4 Komentar

Di sisi lain, di Hotel Dago 2, hanya ada staff hotel biasa dengan produk knowlage yang sangat terbatas, tidak ada perwakilan dari pihak RedDoorz. “Saya tidak menyalahkan pengelola atau yang sedang jaga disitu, karena saya tahu kapasitasnya. Yang disayangkan, kenapa tidak ada petugas dari RedDoorz yang standby, sehingga ketika ada komplain bisa langsung dapat solusinya,” ungkap RA, rekan seprofesi HS.

Atas komplain tersebut, pihak pengelola hotel, Arif Sarifudin alias Ucok menjelaskan, bahwa Hotel Dago 2 baru bekerja sama dengan pihak Reddoorz. “Belum sebulan mas kita kerjasama dengan Reddoorz, sejak tanggal 15 September 2019. Saya hanya menjalankan tugas saja, jika ada pelanggan yang komplain suruh menghubungi custamer service. Dan selain pak HS dan pak RA, sebelumnya juga ada ratusan customer yang komplain, akhirnya mereka marah-marah kepada petugas. Saya juga sudah sampaikan hal ini kepada owner dalam rapat, tapi tidak ada perubahan. Akhirnya selalu saya yang kena marah customer. Jadi saya senang kalau memang ada media yang mempublikasi ini,” kata Ucok yang mengaku sudah bekerja belasan tahun di sana.

Sementara itu, saat dikonfirmasi JP via telepon di nomor 021 – 80629666, seorang CS bernama Sukarno menjelaskan bahwa semua keluhan konsumen akan disampaikan kepada bagian terkait. “Untuk yang tidak bisa diklik (bayar di hotel), kita akan sampaikan ke bagian IT nya juga keluhan konsumen lainnya. Maaf untuk info manajemen Reddoorz saya tidak bisa memberikannya, tapi saya juga bisa menyampaikan statment untuk media,” katanya via telepon.

Baca Juga:Jelang Pelantikan Presiden, Sembilan Polsek Zona Timur Cirebon Gelar Operasi GabunganKorwilbidikcam Rengasdengklok Gelar Acara ‘Guru Mengaji’

Terkait solusi (hotel pengganti), akhirnya HS diminta transfer sejumlah uang untuk dicarikan hotel pengganti. Karena sudah malam dan tidak bisa refund saat itu juga, akhirnya HS dan RA terpaksa memilih hotel mitra Reddoorz lainnya yang juga masih di kawasan Dago – Bandung.

Untuk diketahui, para konsumen Reddoorz juga berharap keluhannya bukan hanya ditampung oleh CS, melainkan harus ada perubahan sikap, perubahan prosedur, juga perbaikan pelayanan serta solusi, agar tidak ada lagi konsumen yang merasa dirugikan. (jay/adi)

4 Komentar