Midang Cirebon Timur, Ulas Sejarah & Patenkan Tahu Gejrot Sebagai WBTB.

Midang Cirebon Timur, Ulas Sejarah & Patenkan Tahu Gejrot Sebagai WBTB.
0 Komentar

CIREBON – Hari Pertama even Midang Cirebon Timur “Cai Diraga” dan festival tahu gejrot, Jumat (27/9/2019) di alun alun Ciledug, Kabupaten Cirebon, mendapatkan respon positif dari masyarakat yang hadir. Acara terpantau meriah dan berjalan lancar hingga malam hari.

Midang Cirebon Timur, Ulas Sejarah & Patenkan Tahu Gejrot Sebagai WBTB.MALAM BUDAYA MIDANG CIREBON TIMUR

Sesi acara yang digelar pada pagi sampai sore hari diantaranya ada lomba kaulinan budak dan festival hadroh. Kemudian dilanjut malam harinya pengajian, juga acara Ansor Bersholawat, bersama PAC GP Ansor Ciledug, yang bertajuk “Malam Cinta Budaya” dengan mengundang penceramah Maulana Al Habib Muhammad Lutfi Bin Yahya atau akrab disapa Habib Luthfi.

Kemudian untuk puncak acara, Sabtu (28/9/2019) hari ini, antara lain arak-arakan budaya, larung Sungai Cisanggarung atau menyatukan tujuh bibit mata air, kesenian barong, lomba tahu gejrot dan acara makan tahu gejrot bareng masyarakat dan masih banyak lagi.

Baca Juga:Marak Ajakan Aksi Kepada Pelajar, Begini Pesan Kapolsek Kedawung & Tokoh MasyarakatSinergikan Pembangunan Jabar Lewat KOPDAR

H. Agus Maksoem selaku Donatur sekaligus Sponsor Tunggal acara Midang mengatakan, digelarnya Midang yakni karena kesamaan visi dari rekan-rekan muda sampai dengan yang tua, khusunya yang terdiri dari masyarakat Cirebon Timur yang ingin mengungkap kembali sejarah masa lalu.

Midang Cirebon Timur, Ulas Sejarah & Patenkan Tahu Gejrot Sebagai WBTB.DONATUR – H. Agus Maksoem Donatur Midang saat diwawancarai wartawan.

“Tujuannya ke arah awal mula Islam masuk di Cirebon Timur bersama dengan seni dan budayanya, supaya kita bisa mengenalkan kapada generasi muda yang akan datang, juga untuk menumbuhkan kepedulian dan melestarikanya karena budaya itu penting,” katanya.

Agus menjelaskan, Sabtu (27/9/2019) malam juga akan digelar acara makan tahu gejrot rame-rame, hampir 15 ribu porsi. “Salah satu hasil budaya dari Cirebon Timur yang Alhamdulillah sudah menasional yang sekalian nanti kita patenkan. Momen ini kebetulan baru tahun pertama, mudah-mudahan kedepannya lebih menggali lagi selain budaya yang ada di cirebon timur, bisa berlanjut ke nasional juga, untuk memberikan stimulan dalam menggali budaya. Karena bangsa yang tahu budaya akan menjadi bangsa yang maju, begitu juga sebaliknya, bangsa yang tidak tau budaya maka akan hancur,” tandasnya.

Sementara itu, Camat Ciledug, H. Solihin HS saat diwawancarai JP menjelaskan, nama midang berawal dari orang-orang yang sedang berkumpul didepan teras, duduk santai.

0 Komentar