CIREBON – Ikan Hiu Paus dengan nama ilmiah Rhincodon Typus, adalah hiu pemakan plankton yang merupakan spesies ikan terbesar. Ikan ini biasa disebut dengan nama Geger Lintang (punggung berbintang dalam Bahasa Jawa) dan sanggup hidup di laut tropis hingga usia 70 tahun.
TOKOH NELAYAN – Samsul, Tokoh Nelayan Ambulu (kanan), saat diwawancarai Jabar Publisher di Kantor Kuwu setempat.
Belum lama ini, masyarakat Desa Ambulu Kecamatan Losari, Kabupaten Cirebon, dikagetkan dengan penemuan ikan Geger Lintang sepanjang 5 meter yang kabarnya terdampar dalam kondisi mati. Namun sejumlah pihak menyebutkan bahwa ikan itu masih hidup saat masuk ke dalam jaring nelayan. Hingga munculah kisah misteri karena ikan tersebut minta dikuburkan layaknya manusia yang wafat. Yuk kita ulas!
Baca Juga:KIIC Hijaukan SMKN 1 Rengasdengklok Melalui School Go GreenIni Kata Donatur Tunggal Soal Event “Midang Cirebon Timur – Cai Diraga”
Ada sejumlah kisah menarik saat Hiu Tutul dengan panjang 5 meter dan lebar 2 meter yang sempat viral pada Jumat (20/9/2019) lalu. Guna menggali lebih jauh, JP mewawancarai narasumber yakni Tokoh Nelayan Ambulu, bernama Samsul. Ia mengatakan, ikan ini tersangkut jaring nelayan yang melaut di jarak satu hingga dua mil dari bibir pantai.
Kemudian hiu tersebut meminta dikubur seperti layaknya acara pemakaman manusia, yaitu dengan cara dimandikan, lalu dibungkus kain kafan, terus dikubur dengan tanah menggunung dan juga memakai nisan dari bambu lengkap dengan taburan bunga.
“Itu adalah permintaan dari ibu ikan tersebut, yang disampaikan melalui salah satu warga yang mengalami kerasukan. Ikan yang mati itu berjenis kelamin betina dan masih perawan. Saat kerasukan, ibu ikan bilangnya dia dibunuh, dia ditarik-tarik, terus minta anaknya dikuburkan seperti layaknya manusia. Untuk menghindari bala atau musibah di desa kami, maka tidak ada salahnya kita lakukan permintaan itu. Ikan itu akhirnya dikubur pas depan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Desa Ambulu sesuai dengan permintaan,” kata Samsul sambil menyebutkan peristiwa kerasukan juga disusul beberapa warga Ambulu lainnya.
Masih kata samsul, beberapa saat setelah kejadian hebohnya ikan raksasa terdampar, ada warga Gebang yang datang menemuinya. Lalu orang tersebut bercerita kepadanya bahwa ikan itu adalah ikan penolong. Ia pun berpesan agar warga Ambulu memperlakukannya dengan baik yakni dalam prosesi penguburan.
