“Jika memang wali murid ingin mempertanyakan tentang WC dan komputer, boleh cek langsung ke sekolahan. Yang sudah berjalan dari hasil sumbangsih sebelumnya yaitu WC yang awalnya 8 unit sekarang sudah jadi 15 unit. Begitu pula komputer, kita sudah ada sekitar 100 unit yang terbagi di tiga ruangan. Rinciannya bantuan dari pemerintah sebanyak 30 unit dan hasil sumbangan wali murid sekitar 60 unit lebih. Itu sudah mengcover biaya perawatan, ada ruang lingkungan sehat, dan memberi sumbangan kepada 36 guru honorer yang masing-masing mendapatkan Rp 200 ribu,” terang Yanti.
Ia menjelaskan, tahun 2019 ini rencananya komite dengan wali murid akan menyumbangkan westafel di setiap kelas, dua WC, dan pemasangan jaring kawat yang mengelilingi sarana olahraga. Sedangkan untuk kelas 9 akan digunakan untuk acara perpisahan juga try out.
KBM – Kegiatan Belajar Memgajar (KBM) di SMPN 1 Ciledug.
Pihak Komite SMPN 1 Ciledug berharap, karena pendidikan itu adalah tanggung jawab bersama, agar bisa mencetak generasi yang pandai dan berkualitas, maka dari itu sedikit banyaknya, orang tua harus turun tangan langsung. “Tentunya demi masa depan anak-anak, seperti fasilitas, sarana, dan yang lainnya, hal tersebut tidak semuanya tercover oleh dana BOS, jadi mari kita bangun bersama-sama,” pungkasnya. (adi/crd)
Baca Juga:Demo Warga Papua di BIP Bandung Sebabkan Kemacetan ParahKuwu Babakan Losari Lor Kupas Kegiatan DD Tahap II 2019
baca artikel terkait, klik : Wali Murid Harus Tahu! Ini Dimensi Hukum Pungutan & Sumbangan Di Sekolah
