Kepala sekolah SMP N 1 Ciledug, Nurwahid saat diwawancarai JP, Senin (26/8/2019) di kantornya mengatakan, bahwa terkait pungutan bisa ditanyakan langsung kepada komite.
WC SEKOLAH – Dana sumbangan/pungutan dari wali murid SMPN 1 Ciledug digunakan untuk pembangunan fasilitas sekolah, salah satunya penambahan WC.
“Coba tanyakan saja langsung ke Ketua Komite, sebab biasanya setiap informasi rapat setelah ada kesepakatan komite dengan orang tua murid selesai, baru dilaporkan ke sekolah. Karena inisiatif dari komite akan memberikan sumbangan kepada sekolah, masa saya menolak, asal sesuai rambu-rambu, yaitu dengan catatan jangan menarik sumbangan yang sudah dianggarkan oleh pemerintah, seperti kegiatan yang sudah tercover oleh dana bos misalnya,” ungkap Nurwahid.
Baca Juga:Demo Warga Papua di BIP Bandung Sebabkan Kemacetan ParahKuwu Babakan Losari Lor Kupas Kegiatan DD Tahap II 2019
Kepsek juga menegaskan, jika ada wali murid yang kurang faham dengan pungutan juga pelaksanaan kegiatan atau ingun mempertanyakan, ada ruang untuk konsultasi langsung dengan komite di sekolah.
Sementara itu, M. Hariyanto mewakili Ketua Komite SMPN 1 Ciledug H. Sadirin, Selasa (27/8/2019) mengatakan, bahwa pada dasarnya komite ingin membantu dan mendukung program sekolah.
“Apa yang dibutuhkan, kita cek, dan kita survei lalu kita kembangkan. Terus saya rasa kalau disebut pungutan itu tidak tepat, karena kita menawarkan, kemudian disetujui dan sudah sepakat. Bila tidak ada kesepakatan mending tidak usah. Perlu diketahui juga kegiatan-kegiatan itu tidak semua tercover oleh dana BOS, maka itulah yang kita sampaikan setiap rapat, intinya semuanya tidak ada paksaan, atau menjadikan beban, apakah selama ini mendengar jika tidak membayar kena sankasi, atau ada tekanan. Lalu kita juga tidak mengambil untung satu rupiah pun dari program ini,” ujar Heriyanto.
FASILITAS – Pungutan dari wali murid juga dipakai untuk membeli fasilitas sekolah yang tidak tercover oleh BOS. Misal pembelian/penambahan komputer.
Sedangkan Yanti Anggota Komite SMPN 1 Ciledug menjelaskan, bila ada wali murid yang ingin mempertanyakan soal kegiatan hasil sumbangan seperti pembangunan WC dan pembelian komputer, boleh cek langsung ke sekolah. Ia juga mengajak tim JP berkeliling sekolah guna menunjukkan hasil pembangunan juga peralatan sekolah hasil ‘patungan’ wali murid tersebut.
