Khusus kondisi di Cirebon, dari 19 BPR akan dilebur menjadi 2 BPR yakni BPR Babakan dan BPR Astanajapura. Namun yang menjadi masalah yakni bercokolnya wajah-wajah lama yang diprediksi bakal menjabat kembali sebagai para petinggi BPR.
Carut marut menuju merger di BPR yang ada di Cirebon sudah menghangat dan sempat viral di berita sejumlah media online beberapa waktu lalu. Namun para petinggi BPR seolah enggan muncul ke permukaan, tak seperti OJK Cirebon yang memberikan jawaban saat dikonfirmasi media.
Hal ini hendaknya menjadi pertimbangan Bupati Cirebon yang baru, Imron Rosyadi dalam mengkaji betul kelayakan para pioneer BPR yang nanti akan menjabat. Sehingga diharapkan ada penyegaran di tubuh BPR termasuk para direksi dan dewan pengawasnya bukan hanya meleburnya saja. (red/tim)
