Dia pun mengaku sudah melakukan pemeriksaan terhadap kandungan air di wilayahnya. Hasilnya pun mengejutkan, air yang sehari-hari dia gunakan sudah tercemar akibat air limbah sampah yang sudah meyerap ke dalam tanah.
Jarak antara sampah dengan Desa Sumur Wuni kurang lebih 1 kilometer. Sedangkan Desa Surapandan 2 kilomter. Wajar jika serapan air limbah sampah mengaliri sumur-sumur warga sekitar.
“Sampah ini masalah krusial, seharusnya mereka (pemerintah) bisa memikirkan solusinya. Jangan membunuh warga secara perlahan-lahan akibat sampah ini,” kata Wisnu melanjutkan.
Baca Juga:PT. Pindo Deli 2 Serobot Tanah Warga, BPN Kembali Gelar MediasiJanjikan Diskon Denda, BCA Finance Cirebon Ingkar Dan Kecewakan Nasabahnya
Dia melihat, derita warga seolah tidak dinggap oleh pemerintah. Pemerintah Kota Cirebon, lanjut dia, seharusnya melihat dampak yang akan terjadi ke depan akibat keberadaan TPA Kopi Luhur itu.
Masalah ini, kata dia, bisa menjadi tempat berkembangbiaknya berbagai sumber penyakit mulai dari serangan penyakit DBD, gatal-gatal batuk, sesak napas dan lainnya. (red)
