CIREBON – Polemik warga Desa Ender, Kec Pangenan, Kab Cirebon, dengan PT. Indofood CBP masih belum menemukan titik terang. Meski audiensi kembali digelar dan bertempat di PT. Indofood, Selasa (2/7/2019), namun tidak ada solusi final khususnya untuk keluhan yang disampaikan warga Desa Ender.
AUDIENSI DI INDOFOOD – Suasana audiensi di PT Indofood yang dihadiri oleh perwakilan warga dan Pemdes Ender, Selasa (2/7/2019).
Kaitan sumur bor PT. Indofood yang disinyalir menyebabkan kekeringan ratusan rumah warga misalnya, menurut Sekretaris Desa Ender Darsono, yang memberikan statment mewakili Kuwu Ender Iwan Sovwan, pihak Indofood belum bisa menutup sumur tersebut secara permanen. Padahal warga mendesak penutupan sumur tersebut dalam audiensi di Kantor Desa Ender.
Baca Juga:Siap Dikirim! New Album BIP Bikin Bipers Jadi BaperWarga Kecewa, Puluhan Siswa Luar Daerah Lolos Seleksi SMAN 1 Babelan Jalur Zonasi
“Pertemuan pada hari Selasa (2/7/19) dari 4 tuntutan warga Ender sudah dijawab oleh pihak Indofood. Yang pertama tentang tiga sumur bor, pihak Indofood belum bisa menutup secara permanen, penutupan sifatnya ditutup sementara. Yang bisa memutuskan itu dari pihak SDM, nanti mereka mengecek apakah benar warga Ender susah mendapatkan air itu karena dampak dari sumur bor tersebut atau bukan. Dan pihak desa hari ini sudah membuat surat untuk SDM supaya segera adanya pengecekan,” ungkapnya, Rabu (3/7/2019).
Namun lain halnya dengan penuturan Chudori, Wakil Ketua BPD Ender. Menurutnya, Indofood sudah menutup secara permanen sumur itu bahkan sudah mencabut alatnya saat audiensi kemarin. “Saat ini sudah ditutup permanen, segala sesuatu yang berkaitan dengan bor diputuskan alias dicabut,” ungkap Kang Dori saat dikonfirmasi JP lewat whatsapp, usai audiensi. Ia juga sulit dikonfirmasi secara langsung padahal sejumlah wartawan menunggu kepastian hasil audiensi dari kemarin.
Jelas perbedaan keterangan ini memicu pertanyaan warga yang manakah yang benar? Mengungat hanya perwakilan beberapa warga saja yang mengikuti audiensi di PT. Indofood tersebut, bahkan media tidak dibolehkan meliput langsung. “Yang pasti kami minta semua yang sedang memperjuangkan hak warga agar amanah, jangan sampai masuk angin. Masa soal penutupan sumur saja beda-beda keterangannya, ada yang bilang ditutup, ada yang bilang nunggu kajian dulu. Ada apa ini sebenarnya?” cetus seorang warga yang enggan namanya dipublish.
