Berkaca dari kejadian itu, Rifqi berharap pemerintah pusat menaikan honor para petugas KPPS. Ia beralasan, tugas sebagai petugas KPPS sangat menguras energi dan punya beban tanggung jawab yang besar.
“Pertama, kita berharap honor penyelenggara itu harus diperhatkan. Ini kan tidak berbadning dengan pekerjaannya. Dan kita bersyukur masih ada yang mau jadi petugas KPPS, punya beban kerja cukup luar biasa, dengan honor yang terbatas. Coba bayangkan, banyak orang gak mau jadi petugas KPPS gak akan jadi pemilu,” tegas Rifqi.
Sementara itu, di Kec Gebang justru terjadi hal yang tak pantas, dimana uang makan para KPPS yang tidak seberapa ini disunat. Pemotongan ini dilakukan dengan cara dan nominal yang beragam, tentu dengan berbagai modus dan alasan. Alhasil, pasca adanya demo dan pemberitaan, para PPS di 13 Desa di Kec Gebang, atas sepengetahuan PPK, akhirnya melakukan pengembalian uang makan kepada para petugas. Namun tetap saja, masih ada di sejumlah desa yang tidak mengembalikan hak mereka secara penuh.
Baca Juga:Gelar Jalan Santai, Roemah Djuang Optimis Menangkan Capres 02 Di Perbatasan Jabar – JatengSudah Ditinjau, Ciledug Kulon Tunggu Action Normalisasi Cisanggarung
Sebuah pengabdian yang menguras energi bahkan menyebabkan belasan nyawa melayang. Masihkah ada pihak-pihak yang tega melakukan pemotongan hak mereka, para pahlawan demokrasi kita? (dbs/red/jp)
