CIREBON – Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Gebang diduga menyunat alias memotong uang makan petugas KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara) dan Linmas di 206 TPS yang ada di Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon pada Pemilu 2019 ini.
JELASKAN – Ketua PPK Gebang Arief Bachtiar saat menjelaskan soal pemotongan uang makan KPPS dan tenda TPS.
Informasi itu awalnya muncul dari salah seorang Anggota KPPS yang merasa diperlakukan tidak adil atas pemotongan tersebut lalu mengadukannya kepada JP. “Kami, Anggota KPPS yang ada di Kecamatan Gebang dan Linmas hanya nerima Rp 75 ribu, padahal seharusnya Rp 135 ribu untuk tiga kali makan. Berarti dipotong Rp 60 ribu,” ungkapnya, Selasa (16/4/2019) malam.
Baca Juga:Prabowo Nyaris Salip Keunggulan JokowiQuick Count Pilpres 2019: Jokowi 55 Persen, Prabowo 44 Persen
Sebelum menyampaikan keluhannya, Ia juga sudah mengkonfirmasi besaran uang makan yang dipotong di Kec lain bahkan di Kota/Kab lain. “Saya juga menanyakan ke angota KPPS di kecamatan lain, ternyata meskipun ada potongan tapi tidak sebesar itu. Kalau nilainya sih beragam, ada yang diberikan full, ada yang Rp 41.000, Rp 38.000, ada juga yang Rp 35.000. Dan saya kroscek ke rekan yang di Bandung, rata-rata diatas Rp 40 ribu untuk satu kali makan. Di Gebang ini yang terparah, padahal kami yang dibawah lebih capek. Tapi kok hak dan keringat kami masih dipermainkan juga,” ujarnya.
Hal senada juga disampaikan salah seorang Ketua KPPS di Kec Gebang. “Kita jangan lihat yang hangus itu Rp 60.000 nya. Tapi bayangkan kalau Rp 60.000 dikali 9 orang Anggota KPPS, dikali lagi 206 TPS di Gebang. Hasilnya Rp 111.240.000, lebih dari seratus juta,” terangnya sambil menyebutkan bahwa 9 anggota KPPS itu terdiri dari 6 anggota, 1 ketua dan 2 orang linmas.
Bahkan lanjut dia, untuk Desa Kalipasung dan Gagasari, Kec Gebang, beberapa hari lalu kabarnya melakukan demo ke Kantor PPK di Kec Gebang atas pemotongan yang fantastis ini. “Mereka protes dan berujung demo atas pemotongan itu. Lalu kelanjutannya seperti apa, solusinya bagaimana, kami tidak tahu. Tapi kabar ini santer banget bahkan tersebar di WA khususnya diantara anggota KPPS yang ada di Gebang,” jelas sumber.
