“Kalau tidak mau berubah ya sudah, andalkan saja orang lain. Tapi memang harus dari diri sendiri kita awali, kemudian memberikan contoh kepada orang lain, kita ajak satu persatu,” ujarnya.
Peran akademisi dalam industri, kata Uswatun, sebagai ranah ilmu pengetahuan, penelitian, kemudian memberikan edukasi kepada masyarakat, “tapi kita juga bisa memberikan edukasi kepada pelaku industri,” ucapnya.
Selain itu, lanjutnya, kita harus membangun kerjasama dengan semua stakeholder untuk menangani kerusakan lingkungan yang terjadi, “tanggung jawab bukan satu pihak saja tapi semua, baik aparat harus tegas, pemerintah juga harus tegas, kalau ada yang salah dia harus diberikan ganjaran sesuai akibat kerusakan lingkungan yang sudah diperbuat,” tegasnya.
Baca Juga:Demo Proyek Sport Center, ALDERA Tuding DPKPP Sarang KorupsiBand Asal Cirebon “SP Band” Manggung Di KPK Sore Ini
Kemudian, terkait kebijakan seolah olah perguruan tinggi dengan pemerintah ada jarak, “kan seharusnya setiap kebijakan adalah hasil penelitian, hasil analisis, hasil kajian dari perguruan tinggi. Nah ini seharusnya ada sinergi yang baik,” harapnya.
“Dan akademisi juga harus mau melakukan penelitian dan kajian kajian tersebut, jangan sebagai akademisi hanya mengajar saja, jadi produk penelitian harus dibuat setiap tahunnya,” ungkapnya.
Berkaitan dengan kependidikan, dirinya berharap bagaimana kita bisa menanamkan sikap dan perilaku terkait etika lingkungan, “kita sebagai manusia dengan makhluk lain, kita sebagai sesama manusia dan lingkungan sekitar, saya rasa itu yang harus kita pahami,” katanya.
“Karena percuma juga kalau pemerintah kasih hukuman tapi masyarakatnya tidak teredukasi, dan itu harus dimulai sejak dini,” pungkasnya. (cuy)
MEDIA PARTNER – Jabar Publisher didaulat menjadi media partner seminar nasional UPI Kampus Cibiru. Tampak wartawan JP, Suryadi, sedang mewawancarai narasumber.
