PUSKESMAS Cibogo, Kec Waled, Kab Cirebon, kini tengah mendunia pasca meraih akreditasi “Paripurna” dari Kemenkes RI pekan lalu. Namun tak banyak yang tahu, jika dibalik torehan prestasi membanggakan itu, ada nazar yang terucap dari Kepala UPT Puskesmas Cibogo, H. Juju Juarsa, disamping kerja keras dari semua karyawan.
Nazar yang Ia ucapkan jika meraih Paripurna atau Predikat Terbaik yakni akan berjalan kaki dari Puskesmas Cibogo ke Kantor Dinkes Kab Cirebon yang ada di Kec Sumber yang jaraknya sekitar 50 Km. Janji yang terucap di depan semua karyawan itu, ternyata benar-benar dilakukannya. Lalu bagaimana keseruan perjalanan nazar sang “Kapus Paripurna” ini?
Awalnya Juju enggan menceritakan soal nazarnya ini. Namun setelah dikabarkan bahwa sudah banyak pihak yang tahu, akhirnya Ia bersedia diwawancarai Jabar Publisher, Rabu (23/1/2019) sore. “Awalnya teman-teman pada tanya, kalau nanti dapat paripurna mau ngapain? Dan memang di Kab Cirebon ini kan belum ada yang meraih paripurna. Di sisi lain, dalam hati dan pikiran saya juga mengatakan, Puskesmas Cibogo tidak mungkin dapat paripurna. Awalnya hanya candaan biasa untuk memotivasi teman-teman,” ungkap Juju sambil menyebutkan bahwa dalam benaknya hanya akan meraih predikat “Madya” bukan “Paripurna”.
Baca Juga:Pemprov Jabar Bakal Siapkan Perda LansiaBupati Garut Resmi Dilantik, Begini Pesan Emil
Waktu survey pun tiba di tanggal 18 – 20 Oktober 2018, dengan segudang ceritanya. “Survey oleh Tim dari Kemenkes RI selama 3 hari. Tidak pernah berpikir akan paripurna. Lalu pada tanggal 16 Januari 2019 ada kabar ternyata puskesmas kami meraih paripurna. Perasaan kaget, gak nyangka, bangga, takut tidak bisa mempertahankan dan sebagainya, campur aduk jadi satu. Ini bener nggak sih dapat Paripurna,” terang Juju yang saat itu masih tak percaya.
Kemudian, keraguan itu terjawab dengan munculnya data tertulis dari Kemenkes RI yang diinfokan langsung oleh Pembimbing Akreditasi. Dan akhirnya nazar pun siap Ia laksanakan. “Saya bicara ke teman-teman, saya akan jalankan nazar ini secara bertahap, tidak dalam 1 hari selesai. Saya akan jalan kaki, tapi tidak minta ditemani. Bukan apa-apa karena ini nazar saya sendiri. Lebih baik tidak usah banyak orang yang tahu, gak mau dibilang pamer atau apa. Dan sebelum melakukan nazar saya juga meminta izin istri dulu,” jelas Juju.
