MAJALENGKA – Dalam lima tahun ke depan, Jawa Barat akan menjadi provinsi pariwisata, dimana akan dibangun destinasi wisata baru di setiap kota dan kabupaten bersama dengan pusat-pusat budaya Jawa Barat.
“Dengan bangga Provinsi Jawa Barat mendeklarasikan lima tahun ke depan motor ekonomi kami adalah pariwisata. Tahun ini saja hampir setengah triliun rupiah kami belanjakan untuk pengembangan pariwisata di 40 titik se- Jawa Barat. Baru 2019, kebayang lima tahun,” kata Gubernur Jawa Barat Mochamad Ridwan Kamil, pada acara “Ngapung Bareng Ti Kertajati,” di Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Majalengka, Rabu (09/01/19)
Selama ini, Emil panggilan Gubernur Jabar, menyebut memang Jawa Barat punya potensi alam yang indah. Hanya aksesnya kurang, belum gencar promosi, sehingga belum dikenal secara luas.
Baca Juga:Kebut Pemetaan Kawasan Pertanian, Jabar Gandeng Badan Informasi GeospasialProgres Pelabuhan Patimban Tahap 1 Capai 13 Persen
Maka potensi pariwisata di Kawasan Cirebon, Indramayu, Majalengka dan Kuningan (Ciayumajakuning), harus terus dioptimalisasi. Gubernur mengajak seluruh pihak terkait untuk gencar mempromosikan kawasan Ciayumajakuning ini.
Emil juga menitipkan, agar para kepala daerah di wilayah tersebut dalam waktu dua minggu kedepan, mengadakan rapat bersama para Kepala Dinas Pariwisata agar merancang penyelenggaraan festival yang unik dan mampu “menggaet” kunjungan wisatawan.
Adapun Bandara Internasional Jawa Barat, sebagai komponen akses, telah siap menjadi salah satu pendorong ekonomi baru di Jawa Barat, khusunya wilayah Ciayumajakuning.
Adapun selain wisata, wilayah Jawa Barat juga menjadi sentra umroh di Indonesia yang memiliki potensi luar biasa. Gubernur Emil menyebut, jumlah penumpang umroh dari Jawa Barat bisa mencapai hampir 600 ribu penumpang per tahun.
“Bila BIJB ada anggaran promosi, saya arahkan agar dibelanjakan oleh marketing agar fokus ke dua urusan yaitu umroh dan kepariwisataan,” pesan Emil.
Emil pun mengaku, pihaknya telah sepakat terkait pelaksanaan haji 2019 yang diberangkatkan dari BIJB Kertajati.
“Pilihannya dua, ada asetnya Pemprov yang diberikan ke Kota Cirebon, tapi asetnya nganggur. Kalau itu bisa direnovasi dan dikonversi jadi asrama haji, silakan. Kalau nggak, banyak lahan kosong dalam lima bulan, kita bikin bangunan yang sederhana,” kata Emil.
Baca Juga:Karena Cemburu, Suami Nekat Habisi Nyawa IstrinyaKimberly Ryder: 80 Juta Menurutku Terlalu Murah yah..
Pada tahun 2019 sendiri, Bandara Kertajati juga memproyeksikan untuk mulai bisa melayani penerbangan haji sebanyak 39 ribu jemaah asal Jawa Barat yang saat ini masih berangkat dari Bandara Soekarno Hatta.
