Setelah masa promo usai, Edi menyebut tarif akan menyesuaikan tarif batas atas dan bawah yang ditentukan pemerintah. Hal itu dilakukan supaya tidak menyalahi peraturan.
“Angkutan masal ini sifatnya membantu bukan bersaing dengan angkutan darat lainnya. Karena perjalanan meningkat, sekarang relatif macet. Jadi kita bantu, bukan bersaing,” sebutnya.
Terkait reaktivasi, Edi mengatakan jalur Banjar- Pangandaran yang melewati rute sepanjang 82 kilometer sampai Stasiun Cijulang akan dimulai tahun ini. Pun jalur tersebut tentunya harus mengalami normalisasi, termasuk penertiban bangunan yang dibuat secara liar di atas jalur tersebut.
Baca Juga:Pemda Provinsi Jabar Segera Rumuskan Master Plan Tentang KebencanaanSpontanitas, Ketua-ketua PMI Kecamatan Urunan Bantu Warga Panguragan Kulon
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat, Dedi Taufik mengatakan, reaktivasi jalur kereta api Banjar-Pangandaran- Cijulang ini sudah melewati tahap studi dan perencanaan. Adapun tahap selanjutnya adalah penertiban bangunan di atas jalur dan pembebasan lahan untuk stasiun baru.
“Pemprov Jabar sudah melakukan beberapa perencanaan di jalur tersebut dan memang dibutuhkan penertiban sepanjang jalur. Pun kedepannya bisa mengusulkan perubahan trase atau pembuatan stasiun baru,” jelasnya.
Pun reaktivasi jalur ini, lanjut Dedi, akan mendukung rencana pendirian kawasan ekonomi khusus (KEK) di Pangandaran dan kawasan selatan Jabar. Serta diharapkan bisa membantu masyarakat mengangkut hasil bumi, karena kedepan juga akan diadakan kereta untuk angkutan barang. (rls/hms)
