HUT Ke-14 Kecamatan Pasaleman Bertabur Kemeriahan Hingga Akhir Tahun

HUT Ke-14 Kecamatan Pasaleman Bertabur Kemeriahan Hingga Akhir Tahun
FILM - Sebuah film sejarah berjudul "Gobang di Alas Jumbleng" dipertontonkan dalam HUT ke-14 Kec Pasaleman.
0 Komentar

CIREBON – Jelang pergantian tahun, Kecamatan Pasaleman, Kabupaten Cirebon mempersiapkan serangkaian acara spektakuler untuk merayakan hari jadinya yang ke 14, pada Senin 31 Desember 2018 mendatang.

Acara HUT ke 14 ini akan lebih meriah dibandingkan dengan peringatan sebelumnya yakni pada HUT ke 13 tahun 2017 lalu. Karena tahun ini ada serangkaian acara sebelum menuju puncak acara hut. Dimana sejak tanggal 25 – 30 Desember 2018, Kec Pasaleman menggelar aneka kegiatan seperti Lomba mewarnai, bazaar sembako, nonton layar tancep, Pelayanan Administrasi kependudukan, lomba makan, Donor darah, gerakan hidup sehat dan bayak lagi.

Selain itu, ada penampilan sejumlah gelaran kesenian budaya yang mempersembahkan drama dan film Teatrikal “GOBANG DI ALAS JUMBLENG”. Film kolosal tersebut menceritakan sejarah berdirinya desa-desa di Kec Pasaleman. Adapun para pemainnya melibatkan pegawai pemerintahan kecamatan, desa, dan yang juga didukung pemuda karang taruna, dinas dinas, dan tentunya partisipasi masyarakat.

Baca Juga:Patuh Norma Ciri Loyalitas Prajurit KowadTak Hanya Mendayagunakan, 100 Desa Kreatif di Jabar Akan Hadir Melestarikan Pohon Bambu

Camat Pasaleman, H. Drs. Raden Udin Kaenudin, MSi mengatakan, kegiatan perayaan HUT ini merupakan perayaan yang ke-2 selama Kec Pasaleman berdiri 14 tahun lalu. “Kenapa perayaan HUT ini dirayakan setiap tanggal 31 Desember karena mengacu pada Peraturan Daerah Kab Cirebon No 8 Tahun 2004 dimana tanggal 31 Desember 2004 diresmikanya Kec Pasaleman yang merupakan pemekaran dari Kec Waled,” ungkapnya saat ditemui Tim JP, Kamis (28/12/2018).

Ia menjelaskan, tujuan perayaan HUT ini sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan yang Maha Kuasa dalam menyatukan semua element untuk membangun Kec Pasaleman. “Berikutnya untuk memunculkan motivasi dan semangat juang bahwa kita yang merupakan kecamatan paling ujung sekaligus daerah perbatasan antara Kuningan dan Brebes ini punya semangat untuk membangun. Jadi, kalau kita bersyukur, bekerja secara ikhlas, punya semangat dan tetap bersatu tidak ada kata sulit untuk membangun,” terang camat keturunan ke 14 Pangeran Cakrabuana ini berfilosofi.

0 Komentar