BANDUNG – Setelah berhasil meraih trofi juara pada kompetisi Liga 1, tim sepak bola U-16 dan U-19 Persib Bandung sowan ke Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil di Gedung Sate, Jl. Diponegoro No. 22, Kota Bandung, Jumat pagi (14/12/18).
Atas prestasi tersebut, Pemda Provinsi Jawa Barat melalui bank bjb memberikan apresiasi atau uang kadeudeuh masing-masing Rp 100 juta untuk Tim U-16 dan U-19 Persib Bandung.
“Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi (Jawa Barat) lewat bank bjb memberikan apresiasi masing-masing Rp 100 juta sebagai rasa sayang atas prestasi yang ditorehkan,” ujar Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil usai pertemuan yang turut dihadiri Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat Kuswara dan GM Diklat Persib sekaligus Manajer Tim U-16 dan U-19 Yoyo S Asadiredja.
Baca Juga:Gubernur Jabar Luncurkan Maghrib MengajiPMI Ikut Sosialisasikan PHBS ke Masyarakat
“Mudah-mudahan prestasi ini bisa menjadi inspirasi untuk anak muda yang lainnya,” lanjutnya.
Menurut Emil, prestasi ini menjadi salah satu bukti bahwa pembinaan terhadap usia muda Persib telah dilakukan dengan baik.
“Jadi, pembinaan klub Persib ini sangat positif. Tahun ini membuktikan luar biasa menjadi terbaik di Indonesia Usia 16 dan Usia 19 juga bagus. Seniornya juga sudah bagus,” kata Emil.
“Mudah-mudahan suatu hari nanti ada prestasi rutin baik dari senior maupun juniornya juga,” harapnya.
Untuk meningkatkan prestasi di masa mendatang, pada kesempatan ini, Emil berpesan agar Persib bisa menerapkan sport science. Hal ini bahkan sudah diterapkan oleh beberapa negara di dunia dalam membina para atletnya.
“Tadi saya titip pesan gunakan ilmu sport scienceuntuk meningkatkan kualitas performa dari atlet,” ungkap Emil.
Emil menambahkan, perhatian manajemen klub juga jangan hanya tertuju pada capaian prestasi. Sepak bola adalah salah satu olahraga yang mendapat perhatian tinggi dari masyarakat, terutama suporternya.
Baca Juga:“Tukang Suap” Sunjaya Segera Disidang Di Tipikor BandungBawaslu dan Satpol PP Tertibkan APK yang Melanggar
“Sepak bola juga salah satu olahraga yang euforianya paling tinggi, sehingga saya bilang permasalahan sepak bola bukan hanya prestasi semata. Setengahnya urusan suporter juga yang berimbas,” tutur Emil.
Untuk itu, klub diminta bisa memberikan perhatian lebih atau bahkan melakukan pembinaan kepada para suporter.
“Ini perlu edukasi panjang. Jadikan sepak bola ini menjadi sebuah kecintaan proporsional yang secukupnya tanpa harus berlebihan. Tunjukkan dengan kecintaan bukan kebencian,” pesannya.
