Dicky Saromi: Pembangunan Semuanya Capai Target, Kecuali RSUD Waled

Dicky Saromi: Pembangunan Semuanya Capai Target, Kecuali RSUD Waled
KUNKER - PJ Bupati Cirebon Dicky Saromi saat berkunjung ke RSUD Waled guna memantau progres pembangunan gedung.
0 Komentar

Diakhir Dicky menambahkan, khusus untuk bangunan Waled ini sampai hanya 65persen saja, sisanya mau tidak mau harus tunggu lagi tidak langsung serta merta dilanjutkan pekerjaannya. “Saya menghimbau bahkan sudah membuat surat edaran bahwa sudah bisa dilakukan untuk lelang proyek pembangunan pada anggaran tahun 2019,” pungkasnya.

Sementara itu, kegiatan safari pembangunan hari kedua melakukan peninjauan diantaranya adalah pembangunan kantor Dinskes, kantor Damkar, Pasar Sumber, pasar Sampiran, TPSP Sampiran, bangunan balai penyuluhan Kecamatan Beber, Bendung Panongan, SDN 2 Ciawiasih, pembangunan jembatan Waled – Cibogo, pembangunan jalan Sindanglaut – Pabuaran, pembangunan gedung penunjang Puskesmas Pabuaran, pembangunan gedung RSUD Waled, saluran pembuangan Sindik, Jalan Dukuh Widara – Pasuruan, Muara Sungai Jengking kecamatan Gebang, SDN 3 Ambulu, Muara Sungai Ambulu, Sumur TPI Ambulu, Revetment PPI Ambulu.

Soal Kunjungan PJ Bupati, Ini Kata Dirut RSUD Waled

Sementara itu, menyikapi inti yang disampaikan PJ Bupati Cirebon, Direktur RSUD Waled dr. Budi Setiawan Soenjaya menjelaskan, bahwa kini ada sejumlah pembangunan di RSUD yang dipimpinnya itu. “Di RSUD Waled pembangunan ada dua lokasi yaitu gedung rawat inap kelas 3, yang kurang lebih akan dibikin 150 tempat tidur termasuk dalam pembangunan gedung empat lantai yang sampai saat ini baru mencapai sekitar 65 persen. Berikutnya, gedung rawat inap buat ibu dan anak yang rencananya akhir tahun 2018 ini selesai,” ujar Dirut.

Baca Juga:Pileg 2019, PAN Karawang Targetkan Enam Kursi DPRDKPK: Bupati Cianjur & Kadisdik Tersangka Pemerasan Kepsek SMP

Menyikapi kunjungan PJ Bupati Cirebon Dicky Saromi, ke RSUD Waled ini Budi menyambut positif. “Ini adalah hal yang sangat bagus. Dengan meninjau pembangunan bila mana kami ada komplain bisa menyampaikan langsung, bahwa inilah keadaan yang sebenarnya seperti apa. Jadi supaya dengan keadaan seperti ini tidak di blow up yang engga-engga, karena saya dari awal pun sudah menyediakan tim seperfect mungkin dari mulai perencanaan, manajemen untuk kontruksinya, konsultan pelaksana, dan PMKP juga ada. Dan itu setiap seminggu sekali kita evaluasi,” tandasnya. (gfr/adi)

0 Komentar