“Termasuk kita masih berharap koreksi kritik dan saran, baik kegiatan ini maupun kedepan yang dirancang itu bukan untuk menutupi atau mematikan daya kritis dari semua pihak. Namun jadikan kesempatan untuk menampung saran kritik agar kedepan lebih baik untuk masyarakat Kabupaten Cirebon,” sambungnya.
Diakhir, Kabupaten Cirebon hampir memiliki kesamaan dengan Kabupaten Gianyar. Bahkan lebih karena Kabupaten Cirebon sama memiliki pantai, dataran juga yang lainnya. Tinggal kemauan pemerintah Kabupaten Cirebon saja bagaimana untuk mengajak semua pihak. “Karena kalau hanya pemerintah daerah saja saya sata rasa tidak sanggup. Kita belajar dengan kabupaten Gianyar antara mengajak pihak luar juga untuk memberdayakan sumber daya yang ada,” tandasnya.
Sementara itu, sekretaris Badan Perencanaan, Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Suratmo mengatakan kaitan dengan potensi yang ada khususnya pada bidang pariwisata. Sebenarnya aku Suratmo, potensi Kabupaten Cirebon cukup besar, namun permasalahannya masih ada perbedaan budaya yang belum bisa menerima semua budaya yang ada yang bisa mendukung terlaksananya produksi pariwisata yang ada di Kabupaten Cirebon.
Baca Juga:Meningkatkan Kualitas Kehumasan, Bagian Humas Pemkab Cirebon Lakukan Kunjungan ke Kabupaten Gianyar Provinsi BaliAsep Ibe: Jika Benar ‘Bodong’, Satpol PP Harus Stop Proyek Demfarm
Dari sisi budaya di Kabupaten Cirebon juga banyak yang bisa di eksplor kemajuan pariwisatanya, sehingga dari hasil kunjungan kali ini tindaklanjutnya akan segera dievaluasi atau FGD dengan Dinas-dinas terkait untuk menajukan potensi sektor pariwisata di Kabupaten Cirebon. “Tentunya inu juga sejalan dengan RPJMD 2019-2024 yang sedang kami susun. Dan sektor pariwisata menjadi perhatian yang cukup besar, untuk pembangunan dimasa depan,” kata Suratmo.
Diakinya, untuk destinasi wisata yang sedang ia kembangkan adalah Batu Lawang Desa Cupang Kecamatan Gempol Kabupaten Cirebon. Kemudian ada beberapa destinasi wisata lainnya yang sedang ia rencanakan sesuai dengan RPJMD. “Yang paling penting adalah Disudparpora harus membuat agenda wisata yang secara permanen. Maksudnya agenda wisara daerah yang bisa masuk kedalam program-program wisata nasional. Seperti Nadran, kalau diolah secara atau kita kerjakan secara profesional juga menjadi bahan yang bisa dieksplor untuk wisata yang ada di Kabupaten Cirebon,” jelasnya.
Lebih lanjut dijelaskan Suratmo, pihaknya memang seharus menggandeng beberapa investor. Contohnya yang ia kunjungi di sela kunjungannya yakni pulau penyu. Kabupaten Cirebon memiliki kura-kura belawa yang langka, namun belum secara profesional dikelola dengan baik.
