Pemerintah Daerah Jangan Ragu Biayai Penelitian!

Pemerintah Daerah Jangan Ragu Biayai Penelitian!
0 Komentar

BANDUNG – Hasil riset atau penelitian sejatinya bisa dimanfaatkan dan bermanfaat untuk publik atau lembaga tertentu sebagai bagian dari inovasi dan kemajuan. Namun, terkadang ada keraguan dari pemerintah untuk membiayai penelitian karena biaya mahal dan hasilnya cuman sebuah kertas.

Menurut Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum, hal itu adalah sebuah anggapan yang keliru. Penelitian merupakan hal penting untuk kemajuan dan pengembangan.

“Riset dan penelitian biasanya di wilayah pemerintah terutama di daerah itu pemerintah kadang-kadang ragu apabila ingin membiayai riset dan penelitian, karena biaya mahal dan ada anggapan hasilnya cuman kertas. Itu sangat salah,” ujar Wagub Uu dalam sambutannya saat membuka acara Kolokium Hasil Riset Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP2D) Jawa Barat Tahun 2018 di Aula Barat Gedung Sate, Jl. Diponegoro Kota Bandung, Kamis (29/11/18).

Baca Juga:Motor Penggerak Pembangunan, Korpri Diminta Berkolaborasi dan BerinovasiRAPBD Tahun 2019 Kab Cirebon Capai Rp3,3 Triliun

Menurut Uu, penelitian sangat penting untuk kemajuan dan pengembangan. Pemerintah tidak bisa membuat keputusan yang bersifat sosial, pemerintahan, kemasyarakatan, apabila tidak ada riset terlebih dahulu.

“Apabila pemerintah tidak ada terobosan dalam melayani masyarakat, kita akan ketinggalan dengan daerah lain. Jabar berlari untuk mengejar ketertinggalan dengan provinsi lain,” ujar Uu.

“Kami mendorong adanya riset melalui keberpihakan dengan anggaran di masa yang akan datang,” tambahnya.

Acara Kolokium yang digelar untuk ketiga kalinya mengambil Tema: “Riset Kreatif untuk Mendukung Jabar Juara Berbasis Inovasi dan Kolaborasi”. Kolokium ini merupakan salah satu media penyebarluasan hasil penelitian BP2D Provinsi Jawa Barat. Tujuannya, yaitu:

1. Mendiseminasikan Hasil Penelitian, Pengembangan, dan Inovasi yang dilaksanakan oleh

Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat;

2. Menampung umpan balik (feedback) untuk perbaikan hasil penelitain dan penyebarluasannya, serta mengevaluasi proses pelaksanaan penelitian ke depan;

3. Sarana sosialisasi mengenai pentingnya berinovasi untuk meningkatkan daya saing daerah;

4. Sebagai sarana komunikasi dan promosi hasil penelitian, pengembangan, dan inovasi kepada perangkat daerah, masyarakat luas, dan pihak industri sebagai pemanfaat hasil

penelitian, pengembangan, dan inovasi;

5. Salah satu media interaksi para stakeholder bidang penelitian dalam upaya pengembangan kerjasama pelaksanaan dan pendanaan penelitian, pengembangan, dan inovasi di lingkungan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat; dan

0 Komentar