Kedua, angkatan kerja di Jawa Barat pada agustus 2018 tercatat sebanyak 22,63 juta orang bertambah dibanding Agustus 2017, namun tidak diiringi peningkatan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) yang justru menurun 0,42%.
Ketiga, presentase penduduk miskin Jawa Barat pada Maret 2018 tercatat sebesar 7,45%, menurun 0,38% dibanding September 2017, namun disparitas kemiskinan perkotaan dan perdesaan cukup tinggi. Persentase penduduk miskin pada Maret 2018 di perkotaan sebesar 6,47% dan perdesaan sebesar 10,25%.
“Berdasarkan hal itu, pelaksanaan APBN di Provinsi Jawa Barat seharusnya memberikan prioritas pada penanggulangan masalah-masalah tersebut. Pelaksanaan APBN harus diarahkan pada basis sektor-sektor potensial yang mampu memberikan nilai tambah dan berkesinambungan,” tutup Iwa.
Baca Juga:Perbup APBD Perubahan 2018 Sudah Ditandatangani, Begini Pesan Pj Bupati untuk SKPDKunjungi Kab Cirebon, Emil Bekali ASN dan Tahun Depan Kab Cirebon Akan Saya Asuh
Dengan tema “Perkembangan Ekonomi dan APBN Untuk Mendukung Pemerataan Pembangunan”, diharapkan seminar ini dapat menjadi sarana untuk mengingormasikan kebijakan ekonomi dan fisikal dengan lebih tepat, akurat, dan up to date. Selain itu, dimaksudkan juga untuk mendapatkan masukan dari masyarakat dalam rangka peningkatan kualiatas belanja negara untuk mewujudkan pemerataan pembangunan. (rls/hms)
