“Tambah pengetahuan, keahlian, skill bahasa, harus ngerti digital,” tegas Emil.
Pemuda, khususnya mahasiswa di dunia kampus, wajib berinovasi. Para pemikir harus membuat terobosan yang dapat mempermudah kegiatan masyarakat sehari- hari.
Meraih target 2045, ada empat tantangannya, ujar Emil. Pertama, dunia semakin kompetitif, maka pemuda Indonesia harus jadi agen kemajuan yang kompeten dan responsif, sekaligus adaptif menghadapi zaman.
Kedua, dunia semakin ekstrim, makin banyak ancaman, dan banyak orang aneh- aneh dengan paham dan golongan yang juga berprinsip tak lazim. Maka Jawa Barat meluncurkan tagline “lahir batin.”
Baca Juga:BPBD Jabar Ajak Masyarakat Lakukan Mitigasi BencanaLatih Mental Tanding, 500 Pesilat Ramaikan Festival Pencak Silat Jabar
“Jangan sampai ada orang pintar tapi jahat. Cerdas tapi korup, tapi cuek dan seterusnya,” kata Emil.
“Jadi kalau kita hanya membangun fisik, tidaklah cukup karena manusia punya batin. Kita harus menjaga kewarasan dan kesantunan,” tambahnya
Maka kata Emil, pemuda Indonesia harus memiliki fisik yang sehat, otak yang cerdas, dan punya hati yang berakhlak.
Ketiga, lanjut Emil, dunia makin berbahaya, maka generasi bangsa wajib menjaga persatuan. Dalam sejarah hidup, pada saat persatuan tidak bisa dijaga, maka yang terjadi adalah negara pecah dengan ego masing- masing golongan yang tak bisa bersatu.
Keempat, dunia makin terkoneksi, tidak ada yang tidak terkoneksi hari ini. Maka Emil pun mencanangkan Jawa Barat menjadi Provinsi digital di Indonesia.
“Silahkan pihak kampus kaji aspek kehidupan apa saja yang bisa didigitalkan,” timpal Emil.
Intinya ujar Emil, harus bangga menjadi orang Indonesia. Karena Indonesia adalah negeri paling optimis. Sehingga menuju tahun 2045 Indonesia akan menjadi “champion”, juara “lahir dan batin”.
“Intinya, jaga ekonomi, jangan bertengkar,” katanya. (rls/hms)
