“Nah ini adalah awal dari pengembangan yang akan dibawa ke seluruh Jawa Barat selama lima tahun kedepan,” imbuhnya.
Terkait biaya, Gubernur Emil mengungkap bahwa di setiap tahunnya akan dihitung, dan disesuaikan dengan wilayah yang siap.
Siap berarti tenaga dokternya tersedia, tenaga medisnya cukup. Sementara untuk tahun depan sendiri, telah disiapkan dana dari APBD Jabar sekitar 200-an miliar untuk melengkapi program “Home Medicare” ini.
Baca Juga:Gubernur Serahkan Penghargaan LPPD Kepada Kota/ Kabupaten/ Kecamatan dan Perangkat Daerah BerprestasiPekerjaan Sudah Selesai, Kontraktor Menjerit Belum Dicairkan
“Program ini akan membuat antrian di rumah sakit berkurang, biaya BPJS berkurang. Dengan program yang proaktif ini, mudah-mudahan indeks kesehatan warga akan jauh lebih meningkat dan warganya lebih bahagia katna negara hadir secara responsif. Ini program yang “ngabret” dari Gubernur di 100 hari kerja,” jelas Gubernur.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat (Dinkes Jabar) Dodo Suhendar, menyebut konsep layad rawat merupakan salah satu model “quick respon”, atau respon cepat di bidang kesehatan yang diterapkan di Jawa Barat.
“Kota Cirebon, Kota pertama yang dikunjungi Pak Gubernur. Ini jadi satu jawaban terhadap kebutuhan kesehatan kedaruratan, atau memberi layanan secara jemput bola bagi mereka yang punya kendala biaya dan transportasi,” kata Dodo.
“Kita bisa memberi pelayanan baik kepada masyarakat yang cepat, dan kepastian terkait rujukan, kepastian tempat rawat inap di rumah sakit,” tambahnya.
Di samping itu, konsep layad rawat bukan hanya kuratif, tapi juga sekaligus prefentif, promotif, jadi juga akan dilakukan upaya pencegahan terhadap penyakit serta promosi terkait kesehatan.
“Diharapkan optimal kinerja layad rawat ini,” ujar Dodo.
Menurut rencana, sambung Dodo, para tahun 2019 nanti ada 6 lokasi yang sudah presentasi dan siap dimulai program serupa diantaranya ada Kota Depok, Kabupaten Bekasi , Kota Tasikmalaya, Kota Bogor, dan Kabupaten Sumedang.
“Anggaran untuk program ini di tahun depan sekitar Rp210 miliar-an,” katanya.
Baca Juga:Fraksi PDIP: Honor RT RW di Kab.Bekasi Diusulkan NaikPengembangan Ekonomi Umat, Pemprov Jabar Gandeng BNI Syariah
Dinkes Jabar sendiri, tambah Dodo, memberi bantuan ambulance mobil, dan motor, termasuk alat-alat kesehatan.
“Ambulance bukan yang biasa, karena sudah ada alat-alat kesehatan termasuk kedaruratannya. Kemudian untuk pelatihan-pelatihan dan operasionalnya,” kata Dodo
Pj Walikota Cirebon Dedi Taufik, menyebut akan bekerjasama dengan Bupati/ Walikota se- Ciayumajakuning agar layanan layad rawat dengan PSC 119 Cirebon bisa menjangkau wilayah tersebut untuk memberi bantuan pelayanan gawat darurat.
