Maka Enny berpendapat bahwa pentingnya branding dalam pengenalan produk-produk dan destinasi dari cagar untuk pemberdayaan masyarakat. Terdapat potensi alam yang mampu menjadi daya tarik dan dicari-cari seperti kesemek, kupalandak, arbei dan tanaman artemesia untuk obat-obatan. Tanaman hias (PVT) seperti bunhan lipstick,
Sehingga sebagai tindak lanjut Enny mengungkapkan beberapa hal. Diantaranya walaupun sudah menjadi model Cagar Biosfer di Indonesia pengelola Cagar Biosfer Cibodas perlu berkoordinasi lebih intensif dengan para pihak, branding perlu lebih babyak lagi dilakukan menyangkut akomodasi dan jasa lingkungan (dikaitkan ISO 26000), perlu iptek dan inovasi untuk meningkatkan nilai tambah produk/jasa.
Lalu, perlu lebih banyak program sosialisasi dan “awareness dengan melibatkan generasi muda dan usia dini untuk membuat publikasi lebih menarik. Adanha kontribusi swasta/industri perlu ditingkatkan dan perlu melakukan komunikasi/monitoring/pertemuan koordinasi dan teknis lebih rutin. (rls/hms)
