CIREBON – Berawal dari maraknya aksi protes pelanggan terhadap Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Jati Kabupaten Cirebon yang kondisinya terkontaminasi air laut sehingga air PDAM yang diterima atau dikonsumsi pelanggan hasilnya tidak maksimal, diantaranya airnya lengket dan asin.
Namun, pihak PDAM tidak tinggal diam, yakni dengan cepatnya menanggulangi komplenan pelanggan tersebut dengan cara berkirim surat ke pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk-Cisanggarung.
Dirut PDAM Tirta Jati Kabupaten Cirebon, H Suharyadi SE MH berterimakasih karena pihak BBWS Cimanuk-Cisanggarung langsung merespon cepat. “Alhamdulillah BBWS Cimanuk-Cisanggarung sudah membuatkan kisdam karung (bendung, red). Kisdam karung untuk 7 lubang dan sudah 5 lubang. Artinya tinggal 2 lubang lagi. Pihak BBWS untuk mengisi 2 lubang kisdam masih menunggu persediaan karung, diupayakan sesegera mungkin,” kata Suharyadi kepada jabarpublisher.com, Kamis (4/10/2018).
Baca Juga:Jabar Akan Gelar Shalat IstisqaWagub Uu Dukung Pemberdayaan Perempuan
Dengan demikian, dikatakan Dirut, meskipun bendungan karet bocor, tapi dengan adanya kisdam karung tersebut bisa meminimalisir air laut bercampur dengan air sungai. “Meski ada celah sedikit tetapi saya kira tidak jadi masalah,” lanjut Dirut.
Masih dikatakan Suharyadi, upaya atau sebagai bentuk maaf dari PDAM kepada pelanggan yakni PDAM bakal turunkan tarif untuk pelanggan. “Biasanya kan tarif rumah tangga B itu Rp. 5750/kubik nah dengan adanya ini maka kami turunkan dua tingkat sekaligus menjadi tarif sosial yakni Rp. 3070/kubik. Dan berlaku untuk satu bulan, dan kita lihat kemungkinan ya kalau sudah normal lagi airnya kita berlakukan tarif normal lagi,” ujarnya.
“Ini sebagai bentuk kebijakan yang harus diberlakukan. Dan ini sebagai bentuk konsekuensi yang kami terima dan sosial yang kami lakukan. Kalau bendungan karet tidak pecah tidak akan seperti ini,” imbuhnya.
Ditambahkan Suharyadi, dengan adanya kisdam karung dari BBWS Cimanuk-Cisanggarung, diprediksi bakal normal kembali dalam waktu dekat. “Diperkirakan satu minggu kedepan sudah normal kembali ya,” tandasnya.
Sementara itu, Anggota DPRD Kabupaten Cirebon dari Fraksi PKB yang juga masyarakat Desa Babadan, Pandi SE pihaknya yang mengalami sendiri dampak air yang dikonsumsinya. Bulan lalu air PDAM untuk pelanggan Cirebon bagian utara airnya asin dan lengket. Tapi pihak PDAM sudah melakukan upaya memperbaiki dari segi pelayanan.
