“Kami akan menghitung dalam dua minggu kedepan berapa biaya yang diperlukan untuk jalur tambang. Pihak perusahaan pun harus turut berkontribusi,” ujarnya.
Warga Parung Panjang dan sekitarnya memang sudah lama mengeluhkan dampak negatif dari penambangan tersebut. Setiap harinya ada ratusan truk bertonase besar melintasi pemukimannya. Bahkan 70 persen warga terkena penyakit ISPA hingga TB akibat dari polusi yang ditimbulkan. Selama 2 bulan kebelakang pun telah terjadi kecelakaan sampai merenggut nyawa 3 warga akibat tertabrak truk tambang.
“Saya akan kembali lagi kesini untuk memberikan solusinya, sementara akan dibahas dulu di provinsi. Parung Panjang ini kecamatan pertama yang saya kunjungi secara serius dan akan kami prioritaskan sampai selesai. Ini hasil curhatan warga di instagram saya,” ungkap Emil.
Baca Juga:1.267.695 Bidang Tanah di Jabar Sudah Bersertifikat Hak MilikDewan Syuro Perintahkan DPC Akomodir PAC
Sementara itu, anggota DPRD Kabupaten Bogor, Egi Gunadi yang mewakili warganya mengatakan, kedatangan Gubernur Ridwan Kamil ke Parung Panjang memberi sebuah harapan baru untuk menyelesaikan permasalahan tambang di wilayah Rumpin, Parung Panjang, Cigudeg dan Gunung Sindur.
“Belum sebulan dilantik jadi Gubernur sudah meninjau kesini. Ini memberikan sebuah harapan baru untuk menuntaskan masalah dampak pertambangan disini,” kata Egi.
Menurutnya, saat ini tidak tepat mencari siapa yang salah dalam permasalahan tersebut. Namun kini adalah saat yang tepat untuk bersama-sama mencari solusinya.
“Saya ingin solusi dua sisi yaitu usaha jalan, rakyat selamat. Saya harap semua kompak, kita akan berjuang terus sampai ada solusi yang nyata,” ujarnya. (rls/hms)
