“Graha atau asrama di SMA Taruna Nusantara bukan sekadar tempat tidur siswa, tetapi graha merupakan bagian penting proses pembinaan pendidikan di SMA Taruna Nusantara,” ujar Bambang.
“Graha ini menjadi tempat pembinaan dan pengasuhan yang membina kepribadian siswa di dalam graha ini terjadi proses interaksi pamong dengan siswa, dan siswa dengan siswanya sendiri,” sambungnya.
Bambang menjelaskan bahwa interaksi atau komunikasi menjadi bagian dari kurikulum pengasuhan siswa SMA Taruna Nusantara yang berasal dari seluruh pelosok Indonesia. Hal ini untuk membentuk para siswa menjadi generasi muda yang bertaqwa, bertanggung jawab, mandiri, dan berkepribadian kuat.
Baca Juga:Indonesia Investment Day: Jabar Tawarkan Peluang Ratusan Juta DolarDana Desa Seret Kuwu Ini Masuk Penjara
“Diharapkan dengan adanya graha representatif akan menghasilkan siswa yang baik. Oleh karena itu, kedudukan graha di SMA Taruna Nusantara sangatlah penting,” tutur Bambang.
Berdiri pada 1990, SMA Taruna Nusantara hadir sebagai wujud dari gagasan LB Moerdani. Usia bangunan sekolah hampir seluruhnya berusia 30 tahun termasuk asrama siswa.
Ada empat kelompok bangunan pokok, yaitu kelas, graha atau asrama, perumahan pamong, dan perkantoran. Untuk graha, rencananya akan dibangun enam graha dan satu diantaranya telah selesai pembangunannya. Satu graha mulai dibangun melalui program CSR Bank BJB ini. (rls/hms)
