Program Citarum Harum Diapresiasi Juri Nirwasita Tantra Award 2018

Program Citarum Harum Diapresiasi Juri Nirwasita Tantra Award 2018
0 Komentar

“Dilatarbekakangi dengan penugasan saya yang kebetulan hanya kurang lebih 3 bulan kami langsung melakukan langkah-langkah dan evaluasi yang berkaitan dengan lingkungan dan yang paling kami soroti adalah kualitas air,” kata Iriawan.

Hal tersebut menurutnya bukan tanpa alasan, sebab, meningkatnya jumlah industri dan pertumbuhan penduduk di Jabar terjadi pergeseran kualitas air karena limbah industri dan sampah rumah tangga banyak mencemari. Ada empat sungai besar di Jabar yang terindikasi pencemaran limbah yaitu sungai Citarum, Ciliwung, Citanduy dan Cimanuk. Bahkan Citarum sempat menjadi sungai terkotor di dunia.

“Semua sungai itu sudah menjadi perhatian kita khususnya sungai Citarum.

Setelah berbagai upaya dilakukan dan melibatkan banyak pihak sungai Citarum perlahan mulai membaik. Pengangkatan sampah dan sanksi tegas bagi industri pembuang limbah langsung ke sungai terus berjalan hingga kini. Masyarakat di sepanjang DAS Citarum pun turut andil karena telah dibentuk masyarakat Ecovillage atau masyarakat berbudaya lingkungan.

Baca Juga:Semarakkan HUT RI, Karyawan Setda Jabar Ulin dan BotramBuka Lomba Gerak Jalan Pelajar SD, Sekda Iwa Sampaikan Empat Pesan

Terkait pelibatan TNI dalam penanganan sungai Citarum menurut Iriawan merupakan langkah yang tepat. Anggota TNI memiliki ketegasan, ketahanan dan sudah terlatih.

“Walaupun sacara civil society kurang pas, tapi TNI lebih mudah digerakkan, ketahanannya bagus sangat tahan ditempat seperti itu, makan, mandi, tidur disitu, mereka sudah terlatih tidak bertemu keluarga dalam waktu lama,” terangnya.

Pelibatan KPK dalam penindakan pencemaran sungai Citarum pun merupakan gagasan dirinya. Iriawan telah berkoordinasi Kepala Unit Koordinasi dan Supervisi Bidang Pencegahan (Korsupgah) terkait penerapan pasal korupsi.

“Ya ini ini gagasan saya dan ternyata memang bisa dijerat pasal korupsi,” ucapnya.

Nirwasita Tantra Award adalah penghargaan pemerintah kepada kepala daerah yang dalam kepeminpinannya berhasil merumuskan dan menerapkan kebijakan sesuai prinsip metodologi pembangunan berkelanjutan sehingga mampu memperbaiki kualitas lingkungan hidup di daerahnya. Jawa Barat tahun 2018 ini berpeluang besar kembali meraih Nirwasita Tantra Award 2018. (rls/hms)

0 Komentar