Agama harus mampu memberikan nilai luhur kepada negara, dan Negara melindungi agama baik mayoritas maupun minoritas. Diperlukan adanya kesepakatan dan konsep yang matang dalam membina keharmonisan kehidupan beragama di Indonesia untukmenghindari gesekan-gesekan dalam masyarakat. Pancasila sebagai living ideology dan working ideology harus terus dinyalakan kembali semangatnya. Perlu pendekatan secara cultural maupun edukatif untuk terus membangkitkan dan membumikan kembali Pancasila terutama kepada generasi muda.
Hadir dalam kesempatan itu, Staf Wantimpres Pokja Toleransi KH. Agus Salim, Waka Polresta Bekasi Kabupaten, AKBP Lutfie Sulistiawan, pemuka Katolik Romo Antoro, pemuka Hindu Andi Candra, pemuka Kong Hu Cu Siauw Keng Wie, pemuka Budha Dirman, MUI Bekasi KH. Faturahman dan dan KH Mubarok, Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Bekasi, KH. Mahmudin, serta kader GP Ansor dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) serta tamu undangan, dengan total sekitar 600 an orang.
Acara ditutup dengan ramah tamah dan pemberian cinderamata berupa lukisan bergambar logo Ansor kepada para narasumber serta berbuka bersama dilanjutkan ibadah sholat Magrib berjamaah. (red)
