BIJB Kertajati Beroperasi 8 Juni 2018

BIJB Kertajati Beroperasi 8 Juni 2018
0 Komentar

Adanya Bandara Kertajati yang memiliki luas 96 ribu meter persegi ini tentu akan menjadi penyegaran dunia penerbangan di Indonesia khususnya Jawa Barat. Akan menjadi bandara terbesar kedua setelah Soekarno-Hatta karena memiliki luas 1.800 hektare, hadirnya bandara pemilik kode KJT ini juga bagian dari upaya pemerataan pembangunan ke arah timur Jawa Barat.

Apalagi Bandara Kertajati yang pembangunannya menelan angka Rp 2,6 Triliun akan dilengkapi kawasan aerocity. Mengusung konsep aetropolis, Kota bandara ini akan mengembangkan perekonomian di sekitarnya.

“Dengan hadirnya bandara semoga bisa betul-betul menjadi sebuah bandara yang bisa memberikan pelayanan kepada seluruh warga yang ingin ke Jawa Barat,” tandasnya.

Pacu Perekonomian Daerah

Baca Juga:Kang Hasan Siapkan Strategi Khusus Tangani CitarumTagih Komitmen Pengusaha, Dansektor 21 Lakukan Penutupan Limbah, Peringatkan Hingga Apresiasi Pabrik

Sebelumnya juga telah dilakukan historical flight oleh Presiden Joko Widodo dengan menggunakan pesawat Kepresidenan. Presiden Jokowi yang mendarat di BIJB pukul 09.30 pagi langsung disambut oleh Gubernur Aher, Bupati Majalengka Sutrisno dan Dirut BIJB Virda Dimas Eka Putra.

“Alhamdulillah tadi sudah kita saksikan pendaratan bersejarah ini. Ini pendaratan resmi yang pertama pesawat turun di BIJB setelah kemarin memang ada percobaan-percobaan yang telah dilakukan,” ujar Jokowi.

Presiden berharap, kehadiran bandara ini memberikan pelayanan kepada seluruh warga Jabar khususnya dan masyarakat Indonesia serta dunia yang ingin berkunjung ke Jabar. Beroperasinya BIJB Kertajati juga diharapkan memberikan dampak ekonomi bagi warga Majalengka dan Jabar keseluruhan.

Menurutnya, BIJB Kertajati merupakan proyek ujicoba yang berhasil. Bandara yang menelan biaya sebesar Rp 2,1 Triliun yang berasal dari APBD Pemrov Jabar, swasta, dibantu pemerintah pusat ini, akan dijadikan percontohan di daerah lain dalam hal pembangunan dan pembiayaan.

“Ini adalah sebuah uji coba yang berhasil yaitu kerjasama antara pemerintah pusat, provinsi dan perusahaan swasta dalam pembangunan bandara ini. Model seperti ini akan kita kembangkan di daerah lain. Sehingga percepatan pembangunan itu bisa betul-betul dirasakan masyarakat,” tutup Jokowi.

Pembangunan sisi darat yang baru dimulai PT BIJB pada awal 2016 lalu juga diapresiasi Jokowi. Baginya model kerja sama apik antara Pemerintah Pusat, Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Majalengka yang terjalin bisa mengakselerasi sebuah pembangunan infrastruktur. Sekadar diketahui, PT BIJB yang dipercaya menjadi pelaksana pembangunan sisi darat bisa mengerjakan dengan target beroperasi pada 2018 ini. Sedangkan untuk infrastruktur pendukung lainnya yang dibangun Kementerian Perhubungan seperti landasan pacu (runway), landasan gelinding (taxiway), tempat parkir pesawat (apron) berikut komponen lainnya serta menara air traffic control (ATC) milik AirNav sudah 100 persen.

0 Komentar